Dorong Pembinaan Berbasis Pendidikan, Lapas Madiun Hadirkan Fasilitas Belajar dan Hunian Layak

Madiun –Top Berita Nusantara Transformasi sistem pemasyarakatan terus menunjukkan arah yang semakin progresif dengan menitikberatkan pada aspek pembinaan dan kemanusiaan. Hal ini tercermin dalam kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, yang melakukan monitoring langsung ke Lapas Kelas I Madiun pada Rabu (01/04).
Dalam kegiatan tersebut, Kadiyono didampingi oleh Kepala Lapas Kelas I Madiun, Andi Wijaya Rivai. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pembinaan bagi warga binaan berjalan sesuai dengan rencana serta memenuhi standar kelayakan yang telah ditentukan.
Salah satu perhatian utama dalam peninjauan ini adalah pembangunan ruang kelas yang akan dimanfaatkan sebagai fasilitas pendidikan, baik untuk kegiatan perkuliahan maupun program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang lebih luas, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan sebagai bekal masa depan.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, rombongan juga meninjau hasil alih fungsi bangunan rumah pompa yang kini telah diubah menjadi kamar hunian. Langkah ini menjadi strategi optimal dalam memanfaatkan ruang yang tersedia, sekaligus meningkatkan kapasitas hunian agar lebih representatif, layak, dan manusiawi.
Selama proses monitoring, Kadiyono melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap setiap aspek pembangunan, mulai dari kesiapan ruang belajar hingga kondisi kamar hunian yang baru. Ia juga berdialog dengan petugas untuk memastikan bahwa seluruh proses pembangunan telah berjalan sesuai standar teknis serta mendukung tujuan pembinaan yang berkelanjutan.
Kadiyono memberikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dilakukan oleh jajaran Lapas Madiun. Menurutnya, penyediaan fasilitas pendidikan serta optimalisasi bangunan menjadi hunian yang layak merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan.
“Inovasi ini tidak hanya menghadirkan lingkungan yang aman, tetapi juga menciptakan ruang pembinaan yang produktif dan memberi harapan baru bagi warga binaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap langkah-langkah inovatif tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi unit pemasyarakatan lainnya. Pendekatan yang mengedepankan sisi humanis dan pembinaan dinilai mampu membantu warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan kesiapan mental yang lebih baik.
Kegiatan monitoring ini menegaskan bahwa transformasi di lingkungan pemasyarakatan kini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada pembangunan kualitas hidup warga binaan melalui pendidikan, hunian yang layak, serta pembinaan yang berkesinambungan (Har).
