Dari Tadarus ke Transformasi, Rutan Gresik Apresiasi Warga Binaan Berprestasi di Bulan Suci

GRESIK – TOP BERITA NUSANTARA Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan secara maksimal oleh warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik untuk memperdalam nilai-nilai spiritual. Dalam suasana penuh khidmat tersebut, pihak rutan memberikan penghargaan khusus kepada warga binaan yang aktif dan konsisten mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an, Kamis (19/3/2026).
Penghargaan diberikan kepada empat warga binaan terpilih sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama mengikuti program pembinaan keagamaan. Mereka menerima uang pembinaan serta songkok, yang diharapkan dapat menjadi simbol motivasi sekaligus dorongan untuk terus memperbaiki diri.
Kegiatan tadarus yang dilaksanakan secara rutin sepanjang Ramadan tahun ini mencatatkan hasil yang membanggakan. Warga binaan secara kolektif berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 18 kali. Capaian tersebut mencerminkan tingginya semangat ibadah serta komitmen dalam mengikuti program pembinaan spiritual yang diselenggarakan oleh pihak rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan yang berfokus pada perubahan positif warga binaan, bukan sekadar formalitas.
“Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada warga binaan yang sungguh-sungguh mengikuti pembinaan, khususnya dalam bidang keagamaan. Kami berharap ini dapat memotivasi yang lain untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membangun kekuatan mental dan spiritual warga binaan. Proses ini dinilai penting sebagai bekal dalam membentuk karakter yang lebih baik, sehingga mereka siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah masa pembinaan selesai.
Menurutnya, keberhasilan mencapai 18 kali khatam Al-Qur’an tidak terlepas dari kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat kolektif yang terbangun selama Ramadan. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa lingkungan pembinaan yang kondusif mampu mendorong perubahan signifikan.
“Capaian ini adalah hasil kerja sama dan komitmen bersama. Kami akan terus mengembangkan kegiatan positif seperti ini agar memberikan dampak nyata dalam proses pembinaan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Gresik kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang seimbang, tidak hanya menitikberatkan pada aspek kedisiplinan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral sebagai fondasi utama bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan baru setelah bebas nanti (Har)
