Berbagi di Malam Lailatul Qadar : MAKI Jatim Salurkan 1.000 Paket Takjil untuk Warga Surabaya

Surabaya,Top Berita Nusantara Malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah, yang dikenal sebagai salah satu malam potensial Lailatul Qadar yang penuh berkah, dimanfaatkan dengan baik oleh jajaran Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur. Pada Selasa (17/3/2026), mereka menggelar aksi sosial berbagi takjil secara gratis kepada masyarakat Surabaya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Heru Satriyo, yang akrab disapa Heru Maki, dan berlangsung di kawasan strategis Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di depan kantor Pemuda Pancasila Surabaya yang berada di seberang Hotel Elmi Surabaya.

Pemilihan lokasi ini tidak tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan salah satu titik dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi menjelang waktu berbuka puasa, sehingga memungkinkan MAKI Jatim untuk menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan. Dalam aksi sosial ini, tim MAKI Jatim telah menyiapkan total 1.000 paket takjil lengkap yang dibagikan kepada para pengguna jalan, pengemudi ojek online, serta warga sekitar.

Setiap paket takjil disusun dengan menu yang lengkap dan bergizi, guna memastikan masyarakat mendapatkan asupan yang memadai saat berbuka. Rincian paket tersebut meliputi 250 bungkus nasi ayam goreng serundeng yang dilengkapi dengan lalapan dan sambal, 250 paket kurma sebagai menu pembuka khas Ramadan, serta 250 botol minuman segar berupa es melon sirup yang dipadukan dengan irisan blewah. Selain itu, masyarakat juga menerima 250 paket gorengan yang berisi lumpia dan tahu bakso. Perlu dicatat bahwa gorengan ini disiapkan khusus oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, sehingga kegiatan ini juga turut mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Menurut Heru Satriyo, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial MAKI Jatim sekaligus upaya untuk mempererat kebersamaan di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini. Ia menekankan bahwa berbagi takjil bukan hanya sekadar memberikan makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan nilai empati dan solidaritas sosial di antara sesama.

Baca Juga :  Sinergi Maki Jatim dan Komnasdik Jatim Dukung Deklarasi Zona Anti-Bullying: Langkah Strategis Membangun Generasi Pelajar Berkarakter dan Bebas Kekerasan

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam isu-isu pengawasan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Ramadan adalah momentum yang tepat untuk berbagi dan memperkuat kebersamaan,” ujar Heru.

Lebih lanjut, Heru juga menyoroti bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari relawan hingga pelaku usaha kecil. Hal ini memberikan dampak ganda, baik secara sosial maupun ekonomi. Secara sosial, kegiatan ini mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan semangat berbagi. Secara ekonomi, kegiatan ini memberikan dukungan kepada pelaku UMKM lokal untuk tetap berkarya dan mendapatkan penghasilan. Hal ini sejalan dengan komitmen MAKI Jatim yang tidak hanya berfokus pada fungsi kontrol sosial, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat sangat tinggi sejak sore hari. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya pembagian takjil gratis ini, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Mereka mengucapkan terima kasih kepada MAKI Jatim atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

Kegiatan pembagian takjil ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Tim MAKI Jatim dan para relawan tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan selama kegiatan berlangsung. Mereka juga turut mengatur distribusi paket takjil agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi kegiatan.

Melalui kegiatan ini, MAKI Jatim berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, mereka juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak, baik organisasi maupun individu, untuk melakukan hal serupa selama bulan Ramadan dan bahkan di luar bulan puasa. Aksi pembagian takjil ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran organisasi masyarakat dapat memberikan dampak positif yang luas, baik dalam hal sosial maupun kemanusiaan, serta mampu menjadi jembatan kebaikan bagi sesama (Har)

Leave a Reply