Kakanwil Ditjenpas Jatim Kunjungi Bapas Malang: Anggaran Harus Berdampak Nyata, Kinerja Harus Disiplin dan Optimal

Malang, Rabu (4/3/2026) –Top Berita Nusantara Komitmen penguatan akuntabilitas program dan peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan kembali ditegaskan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang.
Kunjungan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, menjadi momentum strategis dalam mendorong optimalisasi kinerja serta memastikan pelaksanaan tugas berjalan tertib, profesional, dan sesuai standar operasional. Kehadiran Kakanwil disambut langsung oleh Kepala Bapas Malang, Karto Rahardjo, bersama seluruh jajaran pegawai yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusiasme.
Tinjau Layanan, Pastikan Standar Berjalan Optimal
Dalam agenda kunjungan tersebut, Kakanwil meninjau langsung berbagai area layanan Bapas, memastikan setiap proses pelayanan kepada masyarakat dan klien pemasyarakatan berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi standar operasional prosedur (SOP), mulai dari layanan administrasi, pembimbingan klien, hingga sistem pelaporan. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan dan penguatan internal agar kualitas layanan publik terus meningkat.
“Kita harus memastikan setiap sudut pelayanan mencerminkan profesionalisme dan integritas,” tegas Kadiyono di sela-sela kegiatan.
Anggaran Harus Berdampak Nyata
Pada sesi pengarahan kepada seluruh pegawai, Kakanwil menekankan pentingnya optimalisasi anggaran yang selaras dengan capaian kinerja. Menurutnya, anggaran bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan, melainkan instrumen strategis yang harus memberikan dampak konkret terhadap peningkatan kualitas layanan dan pembinaan.
“Anggaran harus dikelola secara efektif dan efisien, serta benar-benar mendukung peningkatan kinerja organisasi,” ujarnya.
Ia juga mendorong percepatan pelaksanaan Litmas (Penelitian Kemasyarakatan) bagi narapidana yang belum menjalani proses tersebut, agar dapat segera diusulkan integrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, perhatian khusus diberikan pada kepatuhan klien Bapas dalam menjalankan kewajiban lapor hingga masa percobaan selesai.
“Ketaatan klien dalam menjalani masa percobaan adalah indikator keberhasilan pembimbingan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.
Komitmen Bapas Malang Tindaklanjuti Arahan
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Bapas Malang, Karto Rahardjo, menyampaikan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti setiap poin secara konkret dan terukur.
“Kami siap memperkuat sinergi internal, meningkatkan kedisiplinan pegawai, serta memastikan setiap klien mendapatkan pembimbingan secara optimal hingga tuntas masa percobaannya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Bapas Malang akan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi manajerial maupun teknis pelaksanaan tugas, demi menghadirkan layanan yang responsif, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menuju Pemasyarakatan Profesional dan Humanis
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa sistem pemasyarakatan tidak semata-mata berkutat pada administrasi, melainkan menghadirkan perubahan dan harapan bagi klien yang sedang menjalani proses pembimbingan.
Dengan sinergi antara pimpinan wilayah dan jajaran pelaksana di lapangan, Bapas Malang diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan fungsi pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan.
Optimalisasi kinerja, penguatan akuntabilitas program, serta penegakan disiplin pelaksanaan tugas menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berkeadilan di Jawa Timur (Har).
