Dengan Semangat Ramadhan, Ketum GIAN: Kuatkan Spiritual untuk Lawan Ancaman Narkoba dan Miras

Jawa Timur, 26 Februari 2026 -Top Berita Nusantara Ketua Umum Gabungan Indonesia Anti Narkoba (GIAN), Raden Guntur Eko Widodo, mengajak seluruh kader dan jajaran organisasi yang beragama Islam untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh hikmat dan makna. Selain sebagai kewajiban syariat yang harus dipenuhi setiap Muslim, puasa bulan suci ini diharapkan mampu memperkuat aspek mental dan spiritual sebagai bagian dari jihad qalbu dalam memerangi narkoba, dengan landasan semangat Hubbul Wathon Minal Iman.
“Bulanan Ramadhan memiliki hikmah mendalam yang dapat menjadi dasar kuat dalam pencegahan penyalahgunaan miras dan narkoba,” jelas Guntur dalam keterangannya.
Hikmah Ramadhan yang Dukung Perjuangan Anti Narkoba
Hikmah yang terkandung dalam Ramadhan memberikan kontribusi penting dalam memperkuat perlawanan terhadap zat berbahaya, antara lain:
– Meningkatkan Ketakwaan: Puasa melatih umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu, amarah, serta perilaku buruk, sekaligus membangun kesadaran akan kehadiran Allah SWT (muraqabah).
– Membersihkan Jiwa dan Dosa: Sebagai bulan penuh ampunan, puasa yang dilakukan dengan ikhlas dapat menghapus dosa-dosa lalu dan membuka peluang untuk hidup yang lebih baik.
– Mendidik Disiplin dan Kontrol Diri: Proses menahan lapar dan dahaga selama puasa melatih disiplin yang dapat diterapkan untuk menolak godaan konsumsi miras dan narkoba.
– Meningkatkan Kesadaran Sosial: Semangat saling membantu melalui pembagian takjil dan sedekah memperkuat tali persaudaraan serta membuat individu lebih peduli terhadap kesejahteraan orang lain, termasuk upaya mencegah mereka terjerumus ke dalam bahaya narkoba.
Keterkaitan Nilai Ramadhan dengan Pencegahan Zat Berbahaya
Menurut Ketum GIAN, nilai-nilai yang terkandung dalam Ramadhan memiliki hubungan erat dengan upaya pencegahan penyalahgunaan miras dan narkoba:
– Kontrol Nafsu: Kemampuan mengendalikan hawa nafsu yang dilatih selama puasa menjadi bekal untuk menolak godaan dari zat haram tersebut.
– Refleksi Diri: Bulan Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk merenungkan kehidupan dan menyadari dampak buruk dari miras dan narkoba, sehingga mendorong perubahan diri bagi mereka yang berisiko atau sudah terlanjur kecanduan.
– Pembentukan Karakter Positif: Nilai kesabaran, kejujuran, dan rasa syukur yang dipupuk selama Ramadhan membantu membangun karakter yang kokoh sebagai benteng terhadap pengaruh negatif.
Upaya Pencegahan yang Dapat Dilakukan Selama Ramadhan
Untuk mengoptimalkan peran Ramadhan dalam perang melawan narkoba dan miras, berbagai upaya dapat diimplementasikan:
– Edukasi dan Sosialisasi: Penyuluhan tentang bahaya zat berbahaya dilakukan di berbagai tempat seperti masjid, sekolah, dan komunitas, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Ramadhan dalam penyampaiannya.
– Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat: Mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda penyalahgunaan serta memberikan dukungan penuh kepada mereka yang berisiko terjerumus.
– Layanan Rehabilitasi: BNN, Balai Besar Rehabilitasi, serta berbagai yayasan dan lembaga anti narkotika menyediakan layanan rehabilitasi yang gratis dan menjamin kerahasiaan bagi mereka yang ingin keluar dari kecanduan di bulan Ramadhan.
– Penguatan Lingkungan Positif: Mendorong kegiatan positif seperti kajian agama, olahraga, atau seni selama Ramadhan untuk menggantikan waktu yang mungkin digunakan untuk aktivitas yang merusak.
“Perang melawan miras dan narkoba harus dimulai dari diri sendiri, kemudian menyebar ke keluarga dan orang terdekat. Menurut ajaran Islam, kedua zat tersebut jelas hukumnya haram,” tegas Guntur.
Menutup keterangannya, Ketua Umum GIAN mengingatkan seluruh kader untuk tetap waspada dan tidak mengendurkan vigilansi di bulan suci ini. Kader diharapkan dapat berperan sebagai kontrol sosial bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara dalam menghadapi ancaman bahaya laten yang mampu menghancurkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya masa depan generasi muda bangsa.(Red)
