Sinergi Edukasi dan Pemasyarakatan, Rutan Gresik Tanamkan Pertanian Berkelanjutan kepada Generasi Muda

Gresik –Top Berita Nusantara Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program edukatif berbasis kemandirian melalui kegiatan pelatihan hidroponik yang digelar di area Bimbingan Kerja (Bimker), Kamis (26/02/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembelajaran pertanian modern sekaligus sarana pengenalan teknologi budidaya ramah lingkungan kepada generasi muda. Pelatihan terselenggara melalui kolaborasi dengan Tim Pertanian MagangHub dan didampingi dua petugas staf Sub Seksi Pelayanan Tahanan.

Peserta kegiatan merupakan siswa Madrasah Aliyah Pondok Roudlotul Hikmah yang hadir bersama pendamping Ustadz Alvin dan Ibu Wulan. Antusiasme para siswa terlihat sejak awal kegiatan, terutama saat memasuki sesi praktik lapangan.

Dalam sesi materi, para peserta memperoleh penjelasan komprehensif mengenai sistem hidroponik, yakni metode budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Tim pemateri menguraikan tahapan budidaya mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik pencampuran nutrisi, proses pemindahan tanaman (transplanting), hingga teknik perawatan agar tanaman tumbuh optimal dan produktif.

Ditekankan pula bahwa keseimbangan unsur hara menjadi faktor kunci keberhasilan hidroponik. Ketepatan dalam meracik nutrisi, kebersihan instalasi, serta konsistensi pemantauan pertumbuhan tanaman menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.

Berbagai jenis tanaman yang cocok dibudidayakan secara hidroponik turut diperkenalkan, seperti selada, timun, bayam, tomat, pakcoy, seledri, sawi hijau, hingga tomat ceri. Tidak hanya menerima teori, siswa juga mengikuti demonstrasi langsung pembuatan larutan nutrisi dan praktik perawatan tanaman. Metode pembelajaran berbasis praktik ini dirancang untuk memperkuat pemahaman sekaligus membekali keterampilan aplikatif.

Selain pembelajaran hidroponik, siswa juga dikenalkan pada penggunaan dekomposter yang tersedia di lahan Rutan Gresik. Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan kembali sebagai pupuk alami. Edukasi ini memberikan wawasan tentang pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan dalam mendukung pertanian ramah lingkungan.

Baca Juga :  Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Rutan Gresik Sasar Blok Wanita dalam Razia Mendadak

Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia pendidikan dalam menanamkan nilai kemandirian, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membangun keterampilan dan kesadaran akan pentingnya pertanian modern yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Rutan Gresik tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga memperluas peran sosialnya sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, pengalaman yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal berharga untuk diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sehingga praktik pertanian modern yang efisien dan berwawasan lingkungan semakin berkembang di masa mendatang.(Har)

Leave a Reply