Lapas Kelas I Surabaya Dorong Revolusi Pembinaan Kemandirian, Budidaya Anggrek Kultur Jaringan Jadi Proyek Reintegrasi Sosial Warga Binaan

SIDOARJO —TOP BERITA NUSANTARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya terus memperkuat arah transformasi pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan mental dan disiplin, tetapi juga pada pengembangan keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan PT Kultur Jaringan Indonesia dalam pengembangan budidaya anggrek berbasis teknologi kultur jaringan.

Pertemuan yang digelar di Aula Sugeng Handrijo Lapas Kelas I Surabaya, Senin (29/06/2026), ini menjadi langkah awal penguatan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor agribisnis modern. Program budidaya anggrek tersebut dirancang untuk menjadi salah satu model pelatihan vokasional unggulan yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar.

Inisiatif ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang Lapas Kelas I Surabaya dalam membangun ekosistem pembinaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha berkelanjutan bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Dalam pemaparannya, pihak PT Kultur Jaringan Indonesia menjelaskan bahwa teknik kultur jaringan merupakan metode modern dalam pembibitan anggrek yang mampu menghasilkan tanaman dengan kualitas lebih stabil, seragam, serta efisien dalam proses produksi. Komoditas anggrek sendiri dinilai memiliki potensi pasar yang luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Lapas Kelas I Surabaya berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

“Kami terbuka terhadap setiap bentuk kerja sama yang mampu meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan. Budidaya anggrek ini memiliki potensi besar sebagai sarana pembelajaran keterampilan sekaligus menumbuhkan jiwa produktif dan mandiri,” ujarnya.

Baca Juga :  BUPATI BUOL BERI SAMBUTAN PADA MUSREMBANG KECAMATAN BIAU

Sementara itu, Kepala Produsen PT Kultur Jaringan Indonesia, Bambang Sugianto, menilai bahwa Lapas Kelas I Surabaya memiliki keseriusan dalam mengembangkan program pembinaan yang inovatif dan berorientasi pada hasil. Ia berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan dalam bentuk program nyata yang berkelanjutan.

“Kami melihat Lapas Kelas I Surabaya memiliki komitmen yang kuat dalam membangun pembinaan yang produktif. Harapannya, budidaya anggrek ini tidak hanya menjadi sarana pelatihan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi yang bermanfaat setelah warga binaan kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Melalui penjajakan ini, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi jangka panjang dalam pengembangan program pembinaan berbasis agribisnis modern. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan strategis dalam memperkuat reintegrasi sosial warga binaan, sekaligus membuka akses kemandirian ekonomi yang lebih luas pasca menjalani masa pidana (Har).

Leave a Reply