Perang Total Melawan Narkotika Dimulai dari Desa Adat: Ketua DPW GIAN Bali Vera Susanti Serukan Konsolidasi Nasional Demi Mewujudkan Bali Bersinar dan Indonesia Emas 2045

BALI –TOP BERITA NUSANTARA Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang masih menjadi tantangan serius bagi bangsa. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Bali, Vera Susanti, S.Sos., C.Ps., C.HL., menyerukan lahirnya konsolidasi nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai langkah nyata membangun benteng perlindungan terhadap generasi penerus bangsa.
Dalam keterangannya pada peringatan HANI 2026, Vera Susanti menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum maupun pemerintah. Menurutnya, ancaman narkotika telah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen bangsa, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, hingga dunia usaha dan media massa.
Didampingi jajaran DPW GIAN Bali serta DPD GIAN Kabupaten se-Bali, Vera menyampaikan bahwa Bali sebagai destinasi pariwisata internasional memiliki karakteristik yang unik. Tingginya mobilitas manusia, aktivitas ekonomi global, serta interaksi lintas budaya merupakan kekuatan besar bagi pembangunan daerah. Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan yang tidak dapat diabaikan, termasuk potensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dapat mengganggu stabilitas sosial, keamanan, serta kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, ia menilai bahwa upaya pemberantasan narkotika harus dibangun melalui strategi yang menyeluruh. Penegakan hukum tetap menjadi pilar utama dalam memutus jaringan peredaran gelap narkotika, tetapi harus diimbangi dengan pendekatan preventif melalui edukasi, pembinaan karakter, peningkatan literasi masyarakat, penguatan ketahanan keluarga, serta pengawasan berbasis komunitas agar ruang gerak penyalahgunaan narkotika semakin sempit.
Vera menekankan bahwa Bali memiliki modal sosial yang sangat kuat melalui keberadaan Desa Adat yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai budaya, moral, etika, dan kearifan lokal. Menurutnya, sistem pemerintahan adat yang hidup berdampingan dengan pemerintahan kedinasan merupakan kekuatan strategis yang mampu menciptakan perlindungan sosial berbasis masyarakat.
Ia mengajak seluruh Prajuru Desa Adat di Bali untuk terus mengambil peran sebagai motor penggerak pencegahan narkotika melalui pembinaan generasi muda, penguatan pendidikan karakter, pengawasan lingkungan, serta pelestarian nilai-nilai gotong royong yang telah menjadi identitas masyarakat Bali selama berabad-abad. Dengan keterlibatan aktif Desa Adat, sistem pencegahan di tingkat akar rumput diyakini akan menjadi lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu membangun ketahanan sosial yang kokoh.
Selain itu, Vera menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Bali Bersinar (Bersih dari Narkoba) hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat penegak hukum, pemerintah desa dan kelurahan, Desa Adat, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pencegahan yang adaptif terhadap berbagai tantangan perkembangan zaman.
Sebagai organisasi yang berfokus pada gerakan pencegahan narkotika, DPW GIAN Bali berkomitmen untuk terus memperluas edukasi publik, memperkuat jejaring kemitraan, meningkatkan kampanye penyadaran masyarakat, serta mendorong lahirnya berbagai program pemberdayaan berbasis komunitas sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga Bali tetap aman, sehat, dan produktif.
Menutup pernyataannya, Vera Susanti mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Anti Narkotika Internasional sebagai momentum membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan terhadap generasi muda merupakan investasi terbesar bagi masa depan bangsa.
“Bersama, kita jaga Bali. Bersama, kita lindungi generasi. Bersama, kita wujudkan Bali Bersinar (Bersih dari Narkoba) menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Vera Susanti.
Seruan tersebut menjadi penegasan bahwa perang melawan narkotika bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan nasional yang membutuhkan komitmen, keberanian, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan berbagai pemangku kepentingan, Bali diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan pembangunan ketahanan sosial yang berlandaskan budaya, gotong royong, dan kepedulian bersama dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari narkotika menuju Indonesia Emas 2045 (Har).
