“Dari Balik Tembok Lapas, Harapan Baru Dinyalakan: Sekjen Kemnaker Dorong Warga Binaan Malang Jadi Tenaga Kerja Unggul dan Siap Bangkit”

Malang -TOP Berita Nusantara Semangat perubahan, pemberdayaan, dan harapan baru terasa kuat di Lapas Kelas I Malang pada Kamis, 7 Mei 2026. Kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat program fasilitasi penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja khusus bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Keterampilan, Menumbuhkan Harapan” tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam membangun sistem pembinaan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada masa depan warga binaan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi aplikasi SIAPKerja yang disampaikan oleh Eka Yudha Sudrajat. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa SIAPKerja merupakan platform digital yang dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai layanan, mulai dari pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, akses informasi lowongan pekerjaan, hingga pengembangan keterampilan berbasis kebutuhan industri modern.
Sosialisasi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena dinilai mampu membuka wawasan baru terkait pentingnya kesiapan kompetensi kerja di era digital. Program ini diharapkan menjadi sarana bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memperbesar peluang mereka kembali produktif setelah menjalani masa pidana.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi penguatan soft skill kewirausahaan oleh Agung Fajar Utomo. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga mental yang mandiri, kreatif, disiplin, dan pantang menyerah.
Menurutnya, pembinaan mental dan kewirausahaan menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi sosial warga binaan agar mereka memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia usaha maupun dunia kerja setelah kembali ke masyarakat.
Suasana kegiatan semakin semarak saat Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dr. Cris Kuntadi, tiba di lokasi bersama Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Firmanuddin, serta Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus, Anggun Sintana.
Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Plh. Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, M. Ulin Nuha, bersama Kalapas Malang, Christo Victor Nixon Toar.
Dalam sambutannya, M. Ulin Nuha menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kementerian Ketenagakerjaan terhadap program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa pembinaan keterampilan kerja bagi warga binaan harus terus diperkuat agar mampu menciptakan sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan siap bersaing setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Dr. Cris Kuntadi memberikan motivasi langsung kepada peserta magang dan warga binaan agar terus memiliki semangat belajar dan tidak menyerah menghadapi masa depan. Menurutnya, keterampilan dan kemauan untuk berubah adalah modal utama untuk bangkit dan membangun kehidupan yang lebih baik.
> “Setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih produktif. Keterampilan yang diperoleh hari ini harus menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan,” ujar Cris Kuntadi.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol sinergi antarlembaga, pihak Lapas Kelas I Malang menyerahkan cendera mata berupa lukisan hasil karya warga binaan kepada rombongan Kementerian Ketenagakerjaan RI. Penyerahan tersebut menjadi simbol bahwa kreativitas warga binaan mampu melahirkan karya bernilai seni sekaligus memiliki potensi ekonomi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari Kanwil Ditjenpas Jawa Timur sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan.
Usai acara utama, seluruh peserta dan tamu undangan melaksanakan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembinaan tenaga kerja khusus di lingkungan pemasyarakatan.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut dengan peninjauan area bimbingan kerja di dalam lapas. Sekjen Kemnaker bersama rombongan melihat langsung galeri lukisan karya warga binaan, proses pembuatan batik tulis tangan, hingga bordir yang selama ini menjadi program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Malang.
Rombongan tampak memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas hasil karya warga binaan yang dinilai memiliki potensi pasar dan nilai ekonomi menjanjikan.
Tidak hanya sektor kerajinan, rombongan juga meninjau berbagai program produktif lain seperti budidaya jamur tiram, kultur jaringan anggrek, serta pembibitan tanaman anggrek yang dikelola secara aktif oleh warga binaan. Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas telah berkembang menjadi pusat pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke laboratorium pembibitan tanaman anggrek. Dalam kesempatan itu, Dr. Cris Kuntadi berdiskusi langsung dengan peserta magang Kemnaker Batch 2 mengenai proses pembelajaran, teknik budidaya, pengembangan kultur jaringan, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor tanaman hias.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif ketika peserta magang menceritakan pengalaman mereka selama mengikuti program pelatihan. Mereka mengaku mendapatkan banyak ilmu baru, mulai dari teknik pembibitan, perawatan tanaman, hingga pengembangan usaha berbasis budidaya anggrek yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Kunjungan ini menjadi gambaran nyata bahwa lembaga pemasyarakatan tidak lagi hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan dan pembentukan keterampilan hidup. Dari balik tembok lapas, harapan baru terus tumbuh agar warga binaan mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri, produktif, dan siap menata masa depan yang lebih baik (Har).
