PULUHAN WARGA YANG DIPANDEGANI OLEH HADI PURWANTO, S.T., S.H., M.H. MENGGELAR KHOTMIL QUR’AN DI PUNDEN (MAKAM LELUHUR) DUSUN BANJARSARI DESA KEDUNGLENGKONG KECAMATAN DLANGGU

Menggelar Khotmil Qur’an, Do’a, dan kenduri bersama di Punden (Makam Leluhur) merupakan bagian dari tradisi bersih desa yang sarat akan nilai budaya, spiritual, dan sosial. Kegiatan yang biasanya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta sarana mempererat tali silaturahmi antar warga.

Seperti pada hari Minggu, 6 September 2026 mulai pagi sampai siang jam 14.00 WIB. bertempat di Punden (Makam Leluhur) Eyang Tumenggung SOEKARTO WIDJOYONO (Mbah Sentono)Dusun Banjarsari Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto ada kegiatannya Khotmil Qur’an sekaligus memperingati Maulud Nabi Besar MOHAMMAD SAW.

Hadir dalam kegiatan antara lain: 1).DWI AHMAD FAUZI (Kepala Dusun Banjarsari)

2).HADI PURWANTO, S.T., S.H., M.H. (Penanggung jawab kegiatan Khotmil Qur’an)., 3).Kyai HASAN MATHORI (Penasihat kegiatan Khotmil Qur’an).

4).Ustaz MIFTAHUL KARIM (Ketua kegiatan Khotmil Qur’an)., 5).Ustaz ABDUL MUKID (Panitia kegiatan Khotmil Qur’an).,

6).Group Sholawat AL-HADDAD DJAWA DWIPA.

6).Puluhan jamaah Khotmil Qur’an Dusun Banjarsari pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

Dalam pembukaan dan sambutan, pembawa acara (Ustaz ABDUL MUKID)yang intinya dalam tausiyah menyampaikan: “Bahwa salat memiliki kedudukan yang sangat penting dan menjadi salah satu bentuk komunikasi seorang hamba dengan Allah SWT. Perintah salat itu langsung dari Allah ketika Nabi MOHAMMAD melakukan Isro’ Mikroj.”

Ceramah agama oleh Penasihat kegiatan Khotmil Qur’an (Kyai HASAN MATHORI)yang intinya menyampaikan: “Keberadaan majelis seperti Khotmil Qur’an memiliki peran penting dalam menjaga masyarakat, agar hidup dengan nilai-nilai agama. Saya mengingatkan jamaah, agar menjadikan Rasulullah MOHAMMAD SAW. sebagai teladan dalam membangun akhlak. Kecintaan kepada Nabi harus tercermin melalui perilaku dan budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat.”

Menurut keterangan dari Penanggung jawab kegiaran Khotmil Qur’an, yang juga sebagai Ketua Lembaga Kajian Hukum (LKH) BARRACUDA INDONESIA, dan berprofesi sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DJAWA DWIPA (HADI PURWANTO, S.T., S.H., M.H.)yang intinya mengatakan: “Jamaah agar tidak menilai ibadah hanya dari besar kecilnya amalan, tetapi juga dari konsistensinya. Majelis Khotmil Qur’an dapat menjadi sarana untuk membentuk pribadi yang lebih sabar, ikhlas dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saya juga mengajak jamaah menjadikan momentum khatam Al-Qur’an sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada keluarga maupun para pendahulu yang telah meninggal dunia. Memperingati kelahiran Nabi adalah ajakan bagi kita untuk meneladani budi pekerti beliau. Bagaimana kasih sayangnya kepada umat, bagaimana kejujurannya, itu yang patut kita praktikkan.”

Baca Juga :  Semangat Kebersamaan HUT ke-81 RI di Jombang: Dari Indahnya Formasi Bintang, Senyum Kemerdekaan, Hingga Empati untuk Sesama

Selesai acara, semua yang hadir dipersilahkan untuk makan bersama, yaitu makan nasi dan lauk pauknya dalam 4 (empat) tumpeng dan minuman air mineral yang sudah disediakan oleh Panitia.

Pelaksanaan kegiatan Khotmil Qur’an dan sekaligus memperingati Maulid Nabi Besar MOHAMMAD SAW. di Punden (Makam Leluhur) Dusun Banjarsari berjalan tertib dan lancar. (B.Pwk.)

 

 

 

 

 

Leave a Reply