Kakanwil Jatim Kawal Ketat Seleksi Poltekimipas: Pakta Integritas Jadi Tameng, Objektivitas Tak Boleh Terganggu

SIDOARJO —TOP BERITA NUSANTARA Komitmen menjaga penerimaan calon Taruna dan Taruni Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekimipas) agar berlangsung bersih dan terpercaya kembali ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali.
Kusnali mengikuti penandatanganan Pakta Integritas secara virtual, Selasa (1/9/2026), dalam rangka penerimaan calon Taruna/i Poltekimipas. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen seluruh pihak agar proses penerimaan berjalan transparan, objektif, profesional, dan berintegritas.
Bagi Kusnali, integritas harus menjadi fondasi sejak awal. Proses penerimaan tidak boleh hanya dilihat dari hasil akhirnya, tetapi juga dari bagaimana seluruh tahapan dijalankan.
Pakta Integritas, menurutnya, tidak boleh sekadar menjadi dokumen administratif. Di balik penandatanganan tersebut terdapat tanggung jawab untuk menjaga kejujuran, profesionalitas, akuntabilitas, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Kusnali meminta seluruh pihak yang terlibat menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab. Setiap tahapan harus dilaksanakan berdasarkan aturan dan menjunjung tinggi prinsip transparansi.
“Jadikan integritas sebagai prinsip sejak awal. Laksanakan seluruh proses dengan jujur, transparan, dan sesuai aturan. Jangan ada ruang bagi praktik yang dapat mencederai kepercayaan, karena proses yang berintegritas akan melahirkan insan pengayoman yang berintegritas pula,” tegas Kusnali.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa integritas harus benar-benar diterapkan, bukan hanya dicantumkan dalam dokumen. Seluruh proses penerimaan harus menjadi cerminan komitmen institusi terhadap prinsip profesionalitas dan akuntabilitas.
Setiap calon Taruna dan Taruni juga harus mendapatkan kesempatan yang adil. Kompetensi dan ketentuan yang berlaku menjadi dasar utama dalam mengikuti proses penerimaan.
Objektivitas menjadi salah satu prinsip yang harus dipertahankan. Setiap tahapan harus dilaksanakan melalui mekanisme yang telah ditetapkan sehingga proses dapat dipertanggungjawabkan.
Transparansi pun menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Pelaksanaan proses yang sesuai aturan akan memberikan kepastian bahwa penerimaan tidak berjalan berdasarkan kepentingan di luar mekanisme yang telah ditentukan.
Kusnali berharap seluruh rangkaian penerimaan Taruna/i Poltekimipas dapat berlangsung secara objektif, transparan, profesional, dan akuntabel. Ia mengajak jajaran untuk bersama-sama menjaga marwah institusi melalui pelaksanaan tugas yang jujur dan bertanggung jawab.
Menurutnya, proses penerimaan merupakan tahap awal dalam membentuk sumber daya manusia Pengayoman. Karena itu, proses tersebut harus dibangun dengan nilai yang sama dengan nilai yang diharapkan melekat pada calon insan Pengayoman.
Integritas yang ditanamkan sejak proses seleksi diharapkan menjadi fondasi karakter bagi para calon yang nantinya terpilih. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kompetensi, tetapi juga harus memahami pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
Kusnali juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Proses penerimaan yang bersih, transparan, dan objektif menjadi salah satu bentuk nyata upaya institusi menjaga kepercayaan tersebut.
Penandatanganan Pakta Integritas secara virtual menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh jajaran untuk mengawal proses penerimaan sesuai prinsip yang telah disepakati.
Dengan komitmen tersebut, penerimaan calon Taruna/i Poltekimipas diharapkan mampu berjalan secara profesional dan menghasilkan calon insan Pengayoman yang memiliki kompetensi serta integritas.
Kakanwil Kusnali menegaskan, integritas harus berdiri sebagai benteng utama. Tidak boleh ada ruang bagi praktik yang dapat mencederai kepercayaan, sementara aturan, kompetensi, transparansi, dan objektivitas harus menjadi dasar dalam setiap tahapan.
Sebab, menjaga kebersihan proses penerimaan berarti ikut menjaga masa depan institusi karena insan Pengayoman yang berintegritas diharapkan lahir dari proses yang juga dijalankan dengan integritas (Har).
