Sumpah Bukan Sekadar Kata: Kakanwil Ditjenpas Jatim Tegaskan Amanah Wajib Dibuktikan Lewat Gerak Cepat dan Pengawasan Ketat

SIDOARJO, Selasa (11/8/2026) —TOP BERITA NUSANTARA Sumpah jabatan bukanlah garis akhir dari sebuah seremoni pelantikan. Justru sejak janji diucapkan, tanggung jawab mulai berjalan dan tuntutan pembuktian amanah semakin nyata. Pesan tegas itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, saat memimpin pelantikan pejabat manajerial sekaligus Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jatim, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Ditjenpas Jawa Timur ini menjadi bagian penataan organisasi, penyegaran kepemimpinan, serta langkah nyata memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur. Rangkaian acara diawali pengambilan sumpah dan janji jabatan, dilanjutkan penandatanganan berita acara hingga pelaksanaan serah terima jabatan. Sebuah momen yang tidak sekadar berganti nama di papan struktur, melainkan menyegarkan semangat dan memperkuat komitmen seluruh jajaran.

Jabatan Adalah Amanah, Bukan Kedudukan Semata

Dalam sambutannya, Kusnali menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik maupun yang menerima amanah di tempat tugas baru. Namun di balik ucapan selamat tersampaikan pesan mendalam: jabatan bukan sekadar gelar atau posisi dalam bagan organisasi. Jabatan adalah amanah yang dipikul dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.

Integritas, profesionalitas, loyalitas, netralitas, disiplin, serta keteladanan harus menjadi fondasi setiap langkah. Kusnali mengingatkan agar sumpah yang baru saja diucapkan tidak menjadi rangkaian kata yang hilang begitu saja setelah meninggalkan ruang aula.

“Jadikan sumpah dan janji jabatan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas. Mari kita wujudkan Pemasyarakatan Jawa Timur yang APIK — Agamis, Profesional, Berintegritas, dan Kolaboratif,” tegas Kusnali.

Nilai APIK bukan sekadar slogan indah. Agamis berlandaskan nilai moral dan keimanan; Profesional bekerja berdasarkan aturan, standar, dan keahlian; Integritas menjaga kejujuran dan konsistensi; serta Kolaboratif membangun sinergi untuk hasil yang lebih besar. Semua itu harus terlihat dalam sikap, keputusan, pengawasan, hingga kualitas pelayanan sehari-hari.

Baca Juga :  Warga Binaan Rutan Surabaya Awali Ramadan 1447 H dengan Tarawih Khusyuk dan Program Pembinaan Keagamaan

Bergerak Cepat, Konsolidasi dan Perkuat Pengawasan

Kepada para pejabat yang baru menerima tugas, Kusnali meminta agar tidak menunda. Segera pahami tugas dan fungsi, bangun kekompakan jajaran, perkuat koordinasi, dan pastikan komunikasi berjalan lancar. Perubahan kepemimpinan tidak boleh mengganggu kesinambungan pelayanan kepada masyarakat. Justru kehadiran pemimpin baru harus membawa energi segar.

Di sinilah pengawasan menjadi sangat penting. Seluruh langkah dan kebijakan harus tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku. Pengawasan yang diperkuat bukan untuk mencurigai, melainkan menjaga agar tata kelola semakin tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Pertahankan Capaian, Tetap Buka Ruang Pembaruan

Capaian dan program baik yang telah berjalan dengan baik hendaknya terus dijaga dan diteruskan. Namun menjaga kestabilan bukan berarti berhenti melangkah. Kusnali mendorong setiap pimpinan untuk jeli melihat kekurangan yang masih bisa diperbaiki serta terus menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Rotasi dan pergantian jabatan dimaknai sebagai momen pembaruan, bukan sekadar pindah tempat bertugas.

Sumpah Harus Dibuktikan, Bukan Cukup Diucapkan

Pada akhirnya, Kusnali menegaskan kembali satu hal yang paling mendasar: sumpah menyimpan komitmen, amanah menyimpan tanggung jawab. Kini kata-kata telah terucap, maka pembuktian melalui kerja nyata adalah tagihan yang tak bisa dihindari. Keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa tinggi kedudukannya, melainkan seberapa besar manfaat yang dihadirkan bagi organisasi dan masyarakat.

Prosesi selesai, sumpah terucap, amanah telah diterima. Kini yang ditunggu bukan lagi pidato, melainkan hasil kerja nyata yang mewujudkan Pemasyarakatan Jawa Timur yang semakin APIK — dipercaya rakyat, ditegakkan aturannya, dan dicintai karena pelayanannya yang prima (Har).

Leave a Reply