Resmi Disumpah Negara, 12 ASN Baru Rutan Gresik Siap Menjadi Motor Perubahan: Era Pengabdian dan Integritas Pemasyarakatan Dimulai

SIDOARJO, – TOP BERITA NUSANTARA Sebuah fase penting dalam perjalanan pengabdian kepada negara resmi dimulai bagi 12 pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Setelah melewati serangkaian proses panjang mulai dari seleksi ketat, pembentukan karakter, pembinaan fisik dan mental, hingga penguatan integritas, mereka akhirnya resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PNS yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur di Sidoarjo, Jumat (19/6/2026).
Momentum tersebut menjadi lebih dari sekadar perubahan status kepegawaian. Pelantikan ini merupakan simbol lahirnya sumber daya manusia Pemasyarakatan yang telah ditempa untuk mengemban tanggung jawab negara secara penuh, sekaligus menjadi bagian dari kekuatan utama dalam mendorong transformasi Pemasyarakatan yang semakin profesional, modern, humanis, dan berintegritas.
Prosesi pelantikan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh makna. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, serta dihadiri para pejabat struktural Kantor Wilayah dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Ratusan peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan evaluasi berdiri tegap mengikuti prosesi pengambilan sumpah sebagai bentuk ikrar pengabdian kepada bangsa, negara, dan institusi.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 354 pegawai resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, terdiri atas 10 pegawai Golongan III dan 344 pegawai Golongan II. Dari jumlah tersebut, 12 pegawai berasal dari Rutan Kelas IIB Gresik yang kini resmi menyandang status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah berhasil memenuhi seluruh persyaratan administrasi, kompetensi, dan pembinaan yang telah ditetapkan.
Bagi para pegawai Rutan Gresik, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perjalanan yang tidak singkat. Sebelum memasuki tahap pelantikan, mereka telah menjalani berbagai program pembinaan yang dirancang untuk membentuk karakter aparatur Pemasyarakatan yang tangguh dan berintegritas. Salah satu tahapan penting yang mereka lalui adalah Pembinaan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) serta prosesi pembaretan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya.
Melalui kegiatan tersebut, para CPNS ditempa menghadapi berbagai tantangan yang menguji ketahanan fisik, kekuatan mental, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, hingga pengendalian diri dalam situasi penuh tekanan. Tempaan tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk aparatur yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, loyalitas tinggi, dan komitmen terhadap pelayanan publik.
Dalam amanatnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya sebagai aparatur negara.
“Hari ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya sebagai Aparatur Sipil Negara. Saya berharap saudara-saudara dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan profesionalisme, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kusnali.
Ia menjelaskan bahwa tantangan Pemasyarakatan saat ini semakin kompleks seiring dengan tuntutan reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta percepatan transformasi kelembagaan. Oleh karena itu, setiap ASN dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai positif bagi organisasi.
Menurutnya, keberhasilan transformasi Pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan sistem yang dibangun, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Integritas, profesionalisme, dan dedikasi menjadi modal utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan 12 pegawai Rutan Gresik yang resmi dilantik menjadi PNS. Ia menilai capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, disiplin, dan komitmen yang telah ditunjukkan selama menjalani masa CPNS.
“Pelantikan dan pengambilan sumpah ini merupakan momen yang sangat penting sekaligus membanggakan. Saya mengucapkan selamat kepada 12 pegawai Rutan Gresik yang hari ini resmi menjadi PNS. Status baru ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Jadilah ASN Pemasyarakatan yang berintegritas, disiplin, profesional, serta mampu menjaga nama baik institusi dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Dhimas.
Ia menambahkan bahwa perubahan status menjadi PNS harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan memperkuat komitmen terhadap pelayanan masyarakat.
“Kami berharap seluruh pegawai yang telah dilantik mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Teruslah belajar, bekerja dengan hati, dan jadikan sumpah yang telah diucapkan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas,” tambahnya.
Prosesi pengambilan sumpah berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Setiap kalimat yang diucapkan para pegawai menjadi janji moral yang mengikat mereka untuk melaksanakan tugas dengan jujur, adil, profesional, dan bertanggung jawab. Sumpah tersebut bukan hanya formalitas administratif, melainkan komitmen luhur yang akan menjadi pedoman dalam setiap langkah pengabdian sebagai aparatur negara.
Suasana haru dan kebanggaan semakin terasa saat prosesi pelantikan berakhir. Para ASN yang baru dilantik menerima ucapan selamat dari para pimpinan, pejabat struktural, Kepala UPT, rekan kerja, serta keluarga yang hadir menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut. Sesi foto bersama menjadi simbol kebersamaan sekaligus penanda dimulainya perjalanan baru sebagai bagian dari keluarga besar Pemasyarakatan Indonesia.
Pelantikan ini sekaligus mempertegas komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, kehadiran ASN yang profesional, berintegritas, adaptif, dan memiliki karakter kuat menjadi faktor strategis dalam mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang semakin dipercaya masyarakat.
Kini, dengan status baru yang resmi mereka sandang, 12 ASN Rutan Kelas IIB Gresik memasuki babak pengabdian yang lebih besar. Dari proses pembinaan yang penuh tantangan, dari tempaan disiplin yang membentuk karakter, hingga sumpah negara yang mengikat tanggung jawab moral, lahirlah generasi baru insan Pemasyarakatan yang siap menjadi motor perubahan.
Mereka hadir sebagai representasi wajah baru birokrasi Pemasyarakatan Indonesia yang profesional, modern, humanis, dan berintegritas; siap menjaga keamanan dan ketertiban, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, serta mengawal transformasi Pemasyarakatan menuju institusi yang semakin maju, akuntabel, dan berdampak bagi bangsa dan negara (Har).
