Jeruji Tak Bisa Disuap: Dua Petugas Pemuda Madiun Gagalkan Operasi Gelap Narkoba, Ditjenpas Jatim Perketat Benteng Pengamanan Lapas

Sidoarjo-Top Berita Nusantara Perang melawan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan kembali menunjukkan babak penting setelah jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan wilayah Jawa Timur berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan. Dua petugas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pemuda Madiun, Deni Susanto dan Royan Wima, tampil sebagai garda terdepan setelah sukses mematahkan jalur masuk barang terlarang yang diduga akan diselundupkan ke dalam lapas.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur dalam apel pagi yang digelar di Sidoarjo, Senin (18/05). Penghargaan diserahkan oleh Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, M. Ulin Nuha, di hadapan pejabat struktural serta seluruh pegawai Kanwil Ditjenpas Jatim sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan integritas kedua petugas dalam menjalankan tugas negara.
Momentum penghargaan itu sekaligus menjadi pesan kuat bahwa perang terhadap narkoba di dalam lapas terus dilakukan secara serius dan tanpa kompromi. Di tengah semakin kompleksnya modus penyelundupan narkotika ke lingkungan pemasyarakatan, kewaspadaan petugas menjadi elemen paling krusial dalam menjaga keamanan serta menutup setiap celah yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkoba.
Dalam amanatnya, M. Ulin Nuha menegaskan bahwa ancaman peredaran narkoba di dalam lapas masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi dengan disiplin tinggi dan pengawasan berlapis. Ia menyebut keberhasilan penggagalan tersebut merupakan hasil nyata dari penguatan sistem deteksi dini serta komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan dalam menjaga institusi tetap bersih dari praktik ilegal.
Menurutnya, tugas petugas pemasyarakatan tidak hanya menjaga keamanan fisik bangunan dan penghuni lapas, tetapi juga menjaga marwah institusi negara agar tidak tercoreng oleh penyalahgunaan narkotika maupun pelanggaran lainnya. Ia menilai integritas aparat menjadi benteng utama dalam memutus rantai peredaran gelap narkoba yang terus mencoba mencari jalan masuk ke dalam lapas dan rumah tahanan.
“Tidak ada toleransi terhadap narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Setiap petugas harus menjadi mata dan benteng pengamanan agar lapas tetap steril dari segala bentuk peredaran barang terlarang,” tegas M. Ulin Nuha saat memberikan arahan dalam apel pagi.
Selain penyerahan penghargaan, kegiatan apel juga dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi serta penguatan disiplin pegawai. Seluruh jajaran diingatkan untuk meningkatkan koordinasi antarpersonel, memperketat pengawasan pada area pelayanan dan pengamanan, serta terus mengoptimalkan langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kanwil Ditjenpas Jawa Timur memastikan penguatan sistem pengamanan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional pemberantasan narkoba. Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja profesional, transparan, dan berintegritas di seluruh satuan kerja pemasyarakatan.
Penghargaan kepada Deni Susanto dan Royan Wima kini menjadi simbol bahwa keberanian dan loyalitas petugas pemasyarakatan masih berdiri kokoh di tengah ancaman jaringan narkotika yang semakin agresif. Aksi keduanya diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Jawa Timur untuk terus memperkuat komitmen menjaga lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari narkoba demi melindungi masyarakat serta menjaga kepercayaan terhadap institusi negara (Har).
