Gebrakan Reformasi Pemasyarakatan, Rutan Gresik Matangkan Strategi WBBM Lewat Studi Inovasi ke Lapas Malang

Malang —Top Berita Nusantara Semangat reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan Jawa Timur terus diperkuat melalui langkah progresif Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik yang melaksanakan studi tiru ke Lapas Kelas I Malang pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan modern.
Rombongan dipimpin langsung oleh Eko Widiatmoko bersama 13 anggota Tim Pembangunan Zona Integritas Rutan Gresik. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Chirsto Victor N. T. beserta seluruh jajaran sebagai bentuk sinergi antarlembaga dalam mendukung transformasi birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas unggulan dan unit pelayanan publik di Lapas Kelas I Malang. Tim dari Rutan Gresik melihat secara dekat implementasi pelayanan berbasis kenyamanan masyarakat melalui ruang layanan kunjungan yang tertata modern, humanis, dan mengedepankan prinsip pelayanan prima.
Selain layanan publik, perhatian rombongan juga tertuju pada berbagai program pembinaan kemandirian warga binaan yang menjadi salah satu kekuatan utama Lapas Kelas I Malang. Beragam unit produktif seperti handycraft, seni lukis, budidaya jamur dan anggrek, bengkel otomotif, hingga konveksi dan jahit dinilai mampu menghadirkan pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya membangun keterampilan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri warga binaan untuk kembali berdaya di tengah masyarakat.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah keberadaan Museum Lowok Waroe yang menjadi ikon edukasi sejarah dan budaya di lingkungan pemasyarakatan. Museum tersebut dinilai sebagai bentuk inovasi pembelajaran yang memperkuat identitas kelembagaan sekaligus menjadi media edukatif bagi masyarakat luas.
Usai melakukan peninjauan lapangan, agenda dilanjutkan dengan diskusi dan sharing session di ruang rapat Lapas Kelas I Malang. Dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi, kedua satuan kerja saling bertukar pengalaman mengenai strategi pembangunan Zona Integritas, inovasi pelayanan publik, penguatan budaya kerja, hingga tantangan dalam mewujudkan predikat WBBM.
Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keterbukaan yang diberikan jajaran Lapas Kelas I Malang. Menurutnya, berbagai inovasi dan praktik baik yang diterapkan dapat menjadi referensi penting bagi Rutan Gresik dalam memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami terkesan dengan berbagai inovasi dan program unggulan yang diterapkan Lapas Kelas I Malang dalam mewujudkan WBBM. Banyak hal yang dapat menjadi referensi dan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola organisasi di Rutan Gresik,” ujar Eko Widiatmoko.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas membutuhkan komitmen kuat seluruh jajaran dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, disiplin, dan melayani masyarakat dengan integritas tinggi.
Sebagai bentuk penghormatan dan penguatan hubungan antarsatuan kerja, kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Rutan Kelas IIB Gresik kepada pihak Lapas Kelas I Malang. Momen tersebut menjadi simbol eratnya sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan Indonesia.
Melalui studi tiru ini, Rutan Gresik berharap mampu mempercepat transformasi menuju institusi pemasyarakatan yang modern, inovatif, dan berintegritas. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta mewujudkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di masa mendatang (Har).
