Polemik Curanmor Pasar Randegan Kian Panas, Peran Kepala Dusun Guyangan Abd. Kholik Disorot Publik atas Dugaan Pemanggilan Orang Tua Terduga Pelaku yang memicu Pertanyaan Baru

MOJOKERTO // Top Berita Nusantara –
Kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menyeret tiga pemuda berinisial AD, DK, dan IKWN di kawasan Pasar Randegan, Kecamatan Dawarblandong, kembali memicu polemik baru di tengah masyarakat.
Setelah sebelumnya ramai diberitakan sejumlah media online, kini sorotan publik justru mengarah kepada Kepala Dusun Guyangan, Abd. Kholik dan Tokoh Masyarakat Nurhudi, yang diduga melakukan manuver tertentu di tengah panasnya isu yang berkembang.
Peristiwa dugaan curanmor itu sendiri disebut terjadi pada Sabtu dini hari , 14 Maret 2026 sekitar pukul 04:30 WIB, di area parkir Pasar Randegan. Ketiga pemuda yang disebut-sebut dalam kasus tersebut diketahui berasal dari Dusun Guyangan, Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong. Namun yang membuat publik semakin bertanya-tanya bukan hanya soal peristiwa dugaan curanmor itu, melainkan langkah yang diambil oleh Kepala Dusun Guyangan setelah kasus tersebut mencuat ke publik.
Menurut informasi yang beredar di lingkungan warga, Abd. Kholik diduga melakukan pemanggilan terhadap orang tua AD, DK, dan IKWN tidak lama setelah isu mengenai kasus tersebut ramai diperbincangkan. Pemanggilan tersebut disebut terjadi setelah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LSM Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat (DPP LSM Gempar), yang dikenal dengan panggilan Bang Tyo, melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian.
“Saya dapat laporan dari warga Dusun Guyangan bahwa Kepala Dusun Guyangan Desa Madureso, Abd Kholik melakukan pemanggilan terhadap para orang tua terduga pelaku, gak tahu arah dan tujuan kepala Dusun melakukan pemanggilan tersebut karena saya WA ( aplikasi WhatsApp) hanya centang biru saja ” Ungkap Bang Tyo
Konfirmasi itu diarahkan kepada Kanit Reskrim Polsek Dawarblandong, Bagas, terkait rumor yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan adanya uang Rp10 juta yang disebut-sebut sebagai upaya agar perkara dugaan curanmor tersebut tidak berlanjut.
” Iya, saya berangkat ke Polsek Dawarblandong bersama 2 orang saksi yakni Pimred Media Bangsa dan Kepala biro Mojokerto dari Redaksi Gempar News, di polsek saya menanyakan kepala kanit polsek dawarblandong terkait uang 10jt sebagai upaya penutupan kasus agar masalah curanmor tidak dilanjutkan, namun pihak Kanit membantah menerima aliran dana tersebut” Jelas Bang Tyo kepada Redaksi Media ini
Tidak lama setelah konfirmasi tersebut dilakukan, muncul kabar bahwa orang tua para pemuda yang disebut dalam kasus tersebut dipanggil oleh Kepala Dusun Guyangan. Langkah itu pun memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga mempertanyakan apa tujuan sebenarnya dari pemanggilan tersebut, sementara sebagian lainnya menilai langkah tersebut justru memperkeruh situasi yang sudah sensitif.
Upaya konfirmasi terhadap Abd. Kholik telah dilakukan oleh Ketua Umum DPP LSM Gempar. Melalui pesan WhatsApp, Bang Tyo menanyakan dua hal penting,Siapa pihak yang disebut memberikan uang Rp10 juta tersebut?, Apa tujuan dirinya memanggil orang tua para pemuda yang diduga terlibat dalam kasus curanmor
Namun hingga berita ini diturunkan, pesan tersebut hanya menunjukkan tanda centang biru, yang berarti telah dibaca oleh yang bersangkutan,Tidak ada jawaban, klarifikasi, maupun bantahan yang diberikan.
Sikap diam tersebut justru semakin memicu berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. LSM Gempar Minta Aparat Kepolisian dan Perangkat Desa Transparan dalam penanganan Kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor tersebut. Ketua Umum DPP LSM Gempar, Bang Tyo, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kasus ini menjadi bahan spekulasi liar di tengah masyarakat. bang Tyo juga menilai bahwa sikap tertutup dari pihak-pihak yang disebut dalam isu tersebut justru bisa menimbulkan kecurigaan publik.
” Saya sudah minta kepada pihak kepolisian sektor Dawarblandong, lebih khusus kepada Kanit Reskrim Bagas untuk tetap menjalankan kasus ini sesuai prosedural yang ada, agar tidak terjadi nego – nego yang dapat merubah ketegasan penanganan kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor ” Terang bang Tyo
Menurutnya ( bang Tyo,red), jika memang tidak ada persoalan di balik kasus tersebut, maka tidak ada alasan bagi pihak manapun untuk menghindari klarifikasi.
Bang Tyo juga meminta kepada jajaran Polsek Dawarblandong agar tidak melakukan langkah-langkah yang dapat memunculkan kesan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara diam-diam.
“Kami berharap aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan terbuka. Jangan sampai muncul kesan ada manuver-manuver senyap yang justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” tegasnya.
Kini perhatian masyarakat Dawarblandong tidak hanya tertuju pada kasus dugaan curanmor tersebut, tetapi juga pada peran dan langkah yang diambil oleh Kepala Dusun Guyangan Abd. Kholik.
Banyak pihak berharap yang bersangkutan segera memberikan penjelasan agar tidak muncul berbagai spekulasi yang dapat memperkeruh situasi di masyarakat.
Sebab di tengah derasnya arus informasi dan pemberitaan, satu sikap diam bisa menimbulkan seribu tafsir di tengah publik. Dan hingga kini, pertanyaan itu masih menggantung, Mengapa orang tua para pemuda tersebut dipanggil?
Dan apa sebenarnya yang sedang terjadi di balik polemik kasus curanmor Pasar Randegan?
