Anggaran Ketahanan Pangan Rp166 Juta di Desa Kedungbembem Belum Sepenuhnya Direalisasikan, Padi kosong Ikan juga Masih Kosong Dan Ada Hanya Ada Kecobong/Ceblong

LAMONGAN // Top Berita Nusantara –

Program ketahanan pangan yang bersumber dari anggaran Desa di Desa Kedungbembem, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, menuai sorotan. Hingga saat ini, realisasi anggaran yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketua BUMDes atas nama Ratna Rahayu Dan Beliunya juga kepala kasun Banyuurip disebut belum berjalan secara keseluruhan. Ngeri aparatur Pemerintah Desa menjadi dua jabatan ketua BUMDes dan Kasun.

Dari total anggaran sekitar Rp166 juta yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan, sekitar Rp140 juta diketahui digunakan untuk pembuatan galian lobang seperti embung. Namun, hingga kini embung tersebut dilaporkan masih belum diisi padi maupun dengan bibit ikan sebagaimana tujuan awal program tersebut. Terlihat dilapangan hanya Kecobong/ceblong.

Beberapa warga setempat menyayangkan kondisi tersebut. Mereka menilai program ketahanan pangan seharusnya bisa segera dimanfaatkan untuk mendukung perekonomian desa serta meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat.

“Embung nya sudah digali, tapi sampai sekarang belum ada padi maupun ikan yang ditebar. Padahal anggarannya cukup besar,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pada hari Senin (09/03/2026), Tim investigasi media Cakranusantara bodeng alias si rambut jambul merah mendatangi ke Kantor Desa Kedukbembem ditemui langsung sekretaris Desa (Sekdes), Bpk Rinto selaku Sekdes Desa Kedukbembem mengatakan kalau untuk dana Desa tahun 2025 dan untuk 20% ketahan Pangan sudah kita serahkan ke rekening BUMDes atau ke ketua BUMDes atas nama Ratna Rahayu dengan Nilai Rp. 166 juta mas’ ujar Bpk Rinto selaku sekdes.

Lebih lanjut Bpk Rinto selaku sekdes saat ditanya dari media Cakranusantara yang langsung turun ke lapangan atas nama bodeng alias si rambut jambul merah sudah terlesasi apa belum? Sekdes Bpk Rinto mengatakan kalau setahu saya mas untuk pembuatan lobang lumbung sudah ada 2 titik dengan anggaran 140 juta, saat ditanya untuk padi dan ikan yang tidak ada dilokasi tersebut Bpk Rinto hanya diam hanya bilang nanti saya panggil ketua BUMDes nya mas, padahal anggranya masih tersisa 26juta di rekening BUMDes yang atas nama Ratna Rahayu dan juga jabat Kepala kasun.

Baca Juga :  diduga terjadi pengendapan Anggaran Dana Desa yang dilakukan oleh Pemdes Talunblandong namun juga Diduga Tim Monev Pihak Terkait Tutup Mata.

Tak sampai disitu juga tim investigasi media dan LSM juga mendatangi rumah ketua BUMDes atas nama Ratna Rahayu tapi sayang nya dilokasi rumah tersebut ketua BUMDes atas nama Ratna Rahayu mala menghindar dan tidak mau menemui tim investigasi media dan LSM.

Warga berharap pemerintah desa dan pengelola BUMDes dapat segera menindaklanjuti program tersebut agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak pemerintah Desa Kedungbembem maupun pengelola BUMDes belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum terealisasinya padi dan pengisian bibit ikan di embung yang telah dibuat tersebut dilokasi dusun banyuurip.

Masyarakat berharap adanya transparansi serta percepatan realisasi program ketahanan pangan agar tujuan peningkatan kesejahteraan warga dapat tercapai. (Bodeng)

Leave a Reply