Safari Ramadan Korwil Madiun: Kakanwil Ditjenpas Jatim Tegaskan Pembinaan Humanis dan Prioritaskan Hak Warga Binaan

Madiun, Rabu (25/2/2026) –Top Berita Nusantara Safari Ramadan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur di wilayah Koordinator Wilayah (Korwil) Madiun menjadi momen penting untuk memperkuat pembinaan dan menguatkan nilai kepedulian sosial di bulan suci. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, memimpin langsung seluruh rangkaian kegiatan yang mencakup kunjungan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas), Rumah Tahanan (Rutan), dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dengan semangat ibadah dan pengabdian.
Kegiatan dimulai dengan peninjauan Griya Abhipraya di Bapas Madiun, yang didampingi Kepala Bapas Madiun, Agus Yanto. Selama kunjungan, Kadiyono menyaksikan secara langsung proses pembinaan klien pemasyarakatan serta perkembangan pembangunan area yang akan dijadikan sarana pembinaan produktif berbasis hidroponik.
“Ramadan adalah momentum memperkuat ikhtiar. Griya Abhipraya harus menjadi ruang bagi klien untuk tumbuh dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik, bukan hanya sebagai tempat singgah,” tegasnya.
Selanjutnya, ia meninjau lokasi yang direncanakan menjadi Bapas Ponorogo, hasil kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, yang juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo. Sinergi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan pemasyarakatan kepada masyarakat.
“Pembinaan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi bukti nyata bahwa kita membutuhkan dukungan semua pihak agar pelayanan semakin optimal dan tepat sasaran,” ucap Kadiyono.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Bintorwasdal di Rutan Ponorogo, yang didampingi Kepala Rutan, Agung Nugroho. Pada kesempatan ini, Kadiyono meninjau layanan kesehatan, area dapur, serta memeriksa kelayakan beras dan persiapan makanan bagi warga binaan.
Menurutnya, pemenuhan hak dasar warga binaan adalah fondasi utama dalam proses pembinaan. “Kita harus memastikan makanan yang disajikan layak dan sehat. Hak warga binaan adalah tanggung jawab kita semua, terutama di bulan suci Ramadan,” katanya.
Di area brandgang, ia mengapresiasi penataan lingkungan, produksi maggot, serta pengembangan program ketahanan pangan. Menurutnya, inovasi tersebut bukan hanya aktivitas rutin, melainkan simbol kemandirian yang perlu terus dikembangkan sebagai bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
“Inovasi seperti ini harus terus ditingkatkan. Pembinaan kemandirian akan menjadi bekal nyata yang bermanfaat ketika mereka kembali berintegrasi dengan masyarakat,” jelasnya.
Kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini melalui penyerahan bantuan sosial kepada keluarga warga binaan dan masyarakat sekitar rutan yang membutuhkan, dengan suasana haru menyelimuti momen tersebut.
“Safari Ramadan tidak hanya sekadar kegiatan pengawasan, tetapi juga tentang berbagi dan menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan,” tutur Kadiyono.
Selanjutnya, ia memberikan pengarahan kepada pegawai Rutan Magetan, di mana ia menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan SOP secara konsisten. Ramadan harus menjadi bulan yang aman, tertib, dan penuh keberkahan bagi semua pihak,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar kehadiran mahasiswa magang dimanfaatkan sebagai sarana edukasi positif. “Berikan teladan terbaik kepada mereka. Mahasiswa harus pulang dengan pemahaman bahwa dunia pemasyarakatan adalah ladang untuk pengabdian dan pelayanan yang penuh kemanusiaan,” tegasnya.
Safari Ramadan kemudian dilanjutkan ke Lapas Kelas I Madiun, di mana sebanyak 300 paket bantuan sosial disalurkan kepada pengemudi ojek online dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan penuh berkah.
Salah satu penerima bantuan yang merupakan pengemudi ojek online menyampaikan rasa syukurnya. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga yang menanti saat buka puasa bersama. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan,” ujarnya dengan haru.
Kegiatan di Lapas Kelas I Madiun ditutup dengan tausiyah singkat dari Kadiyono yang diikuti oleh warga binaan, pegawai lapas, serta para Kepala Bidang Kanwil Ditjenpas Jatim. Dalam suasana buka bersama yang hangat dan khusyuk, ia menyampaikan pesan tentang kesetaraan dan nilai kemanusiaan.
“Pada momen buka puasa ini, kita semua duduk bersama tanpa memandang status atau jabatan. Sesungguhnya di hadapan Allah SWT, kedudukan kita sama, dan yang membedakan adalah tingkat ketakwaan serta amal kebaikan yang kita lakukan,” ungkapnya dengan penuh haru.
Safari Ramadan se-Korwil Madiun akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda kerja rutin. Kegiatan ini bertransformasi menjadi rangkaian upaya untuk membangun pembinaan yang bermartabat, pelayanan yang humanis, serta kepedulian sosial yang menyentuh hati—menjadi wujud nyata bahwa pemasyarakatan hadir dengan semangat kemanusiaan di bulan suci Ramadan.(Har)
