Dugaan Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Pengalangan Menganti Gresik Disorot: Aktivitas Gudang Misterius Picu Keresahan Warga

Dugaan Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Pengalangan Menganti Gresik Disorot: Aktivitas Gudang Misterius Picu Keresahan Warga
Gresik || Top Berita Nusantara —
Dugaan praktik ilegal penyuntikan atau transfusi gas LPG subsidi 3 Kg ke tabung non-subsidi 12 Kg mencuat di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Informasi awal diperoleh awak media dari laporan masyarakat yang mengaku curiga terhadap aktivitas sebuah gudang tertutup dengan pintu berwarna biru di wilayah tersebut.
Penelusuran awal dilakukan setelah sejumlah warga menyebut adanya aktivitas mencurigakan yang berlangsung tidak pada jam normal. Dari pengamatan langsung, gudang tersebut sekilas tampak biasa saja dan tidak menunjukkan aktivitas mencolok pada siang hari. Namun situasi berbeda disebut terjadi pada malam hingga menjelang pagi.
Menurut keterangan beberapa warga sekitar, kendaraan bermuatan — baik truk maupun mobil bak tertutup — kerap terlihat keluar masuk gudang pada malam hari. Aktivitas itu dinilai tidak lazim karena berlangsung secara tertutup dan minim interaksi dengan lingkungan sekitar.
“Biasanya malam ada kendaraan masuk. Kadang menjelang pagi baru keluar lagi. Tapi kami tidak tahu pasti apa yang dikerjakan di dalam,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Saat ditanya mengenai kepemilikan gudang, mayoritas warga mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pemiliknya. Informasi yang beredar hanya menyebut bahwa pemiliknya diduga seseorang berinisial Y yang disebut-sebut berasal dari kawasan Citraland, namun kebenaran informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi.
Isu dugaan penyuntikan LPG sendiri bukan perkara sepele. Praktik pemindahan gas dari tabung subsidi ke tabung non-subsidi selain melanggar aturan distribusi energi, juga berpotensi membahayakan keselamatan karena dilakukan di luar standar keamanan resmi. Risiko kebocoran, ledakan, hingga kerugian negara menjadi kekhawatiran utama jika dugaan tersebut benar terjadi.
Sejumlah warga mengaku resah karena aktivitas tertutup semacam itu sering kali dikaitkan dengan praktik distribusi LPG ilegal yang selama ini dikenal berlangsung rapi, tertutup, dan sulit terdeteksi. Jaringan distribusi gas oplosan biasanya bekerja secara sistematis, sehingga pengungkapannya memerlukan investigasi mendalam.
Awak media menyatakan akan terus menelusuri informasi terkait aktivitas gudang tersebut, termasuk mengonfirmasi kepada pihak terkait, aparat penegak hukum, serta instansi energi guna memastikan apakah benar terjadi pelanggaran distribusi LPG subsidi.
Langkah pelaporan resmi juga dipertimbangkan agar dugaan aktivitas tersebut dapat ditangani secara transparan. Publik berharap ada klarifikasi terbuka agar isu yang berkembang tidak menjadi spekulasi liar sekaligus memastikan keamanan masyarakat sekitar tetap terjaga.
