Harlah NU ke-100: Mujahadah Kubro di Malang Satukan Ratusan Ribu Jamaah, Ulama, dan Pemerintah

MalangTop Berita Nusantara Peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) mencapai puncaknya dengan pelaksanaan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu (8/2). Kegiatan akbar ini menghadirkan ratusan ribu jamaah dari seluruh penjuru Indonesia, sekaligus menjadi wadah pemersatu berbagai elemen bangsa, termasuk ulama, umaro (masyarakat), dan pemerintah. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, turut hadir untuk menyaksikan perhelatan bersejarah tersebut.

Antusiasme jamaah terhadap kegiatan ini terlihat sangat tinggi sejak menjelang pelaksanaan. Menurut data panitia, jumlah peserta tercatat mencapai lebih dari 104.000 orang, dan pada saat pelaksanaan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 105.000 jamaah. Kota Malang terlihat ramai dengan kedatangan ribuan kendaraan, termasuk lebih dari seribu unit bus yang mengangkut jamaah dari berbagai wilayah, yang menjadi bukti besarnya daya tarik spiritual dan nilai kebangsaan yang terkandung dalam Mujahadah Kubro.

Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi sorotan utama dan menyimbolkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan komunitas NU. Momentum ini diartikan sebagai penegasan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat persatuan nasional, serta membangun semangat optimisme kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa ke depannya.

Aries Agung Paewai menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan berskala nasional ini dengan kondisi tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Menurutnya, Mujahadah Kubro tidak hanya berperan sebagai ruang untuk penguatan spiritual bagi warga NU, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pemersatu bangsa yang mengedepankan nilai-nilai moderasi, kebersamaan, dan cinta tanah air.

“Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah ke-100 NU ini menunjukkan kontribusi besar Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kehadiran pemerintah bersama ulama dan masyarakat memberikan pesan yang kuat bahwa Indonesia dibangun atas dasar kebersamaan dan nilai-nilai luhur bangsa,” ucap Aries di tengah suasana khidmat kegiatan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Siapkan Guru Koding dan AI untuk Cetak Generasi Digital Unggul

Rangkaian doa dan munajat yang dipanjatkan dalam Mujahadah Kubro diharapkan menjadi ikhtiar batin untuk mendapatkan keselamatan bagi bangsa, kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan nasional. Peringatan satu abad NU ini juga menegaskan konsistensi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dalam merawat tradisi luhur, memperkuat ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan suksesnya pelaksanaan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama telah tercatat sebagai momen bersejarah yang tidak hanya sarat akan makna spiritual, tetapi juga mampu memperkokoh ikatan persaudaraan, semangat kebangsaan, serta nilai gotong royong yang menjadi dasar kekuatan bangsa Indonesia.(Har)

Leave a Reply