Sinergi Lintas Instansi Berhasil, Rutan Gresik Pastikan Blok Hunian Bebas Barang Terlarang

GRESIK, 9 Januari 2026 – Top Berita Nusantara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, telah sukses melaksanakan razia rutin yang bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan yang digelar pada hari Jumat ini menjadi bagian dari langkah-langkah berkelanjutan dalam mewujudkan Rutan yang bersih dari peredaran segala bentuk barang terlarang serta mendukung gerakan nasional penciptaan lingkungan bebas HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba).
Pelaksanaan razia ini dipimpin secara langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Gresik, Vendra Hermawan, yang dibantu oleh seluruh jajaran petugas pengamanan Rutan Gresik. Untuk memastikan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan sesuai standar, pihak Rutan bekerja sama erat dengan personel dari Polsek Cerme dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik. Sinergi lintas sektor ini diakui sebagai elemen kunci dalam memperkuat upaya pencegahan serta penindakan peredaran barang terlarang, karena mampu menggabungkan keahlian teknis, pengalaman, dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing institusi terkait.
Pada kesempatan kali ini, sasaran razia difokuskan pada Blok A4 dan A5 yang menjadi hunian bagi sejumlah warga binaan. Proses pelaksanaan razia dilakukan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai humanis dan profesionalisme, serta penuh penghormatan terhadap hak-hak warga binaan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tim gabungan petugas melakukan penyisiran secara teliti di setiap bagian kamar hunian, mulai dari area tidur, ruang bersama, hingga setiap sudut yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang-barang pribadi milik warga binaan dan seluruh lokasi yang mungkin digunakan untuk menyembunyikan barang terlarang, dengan tetap memperhatikan tata cara yang sopan dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan yang cermat dan mendetail, tim gabungan petugas mengumumkan hasil yang sangat positif – tidak ditemukan adanya barang terlarang apapun di dalam kedua blok hunian yang diperiksa. Tidak ada bukti keberadaan perangkat komunikasi tidak resmi seperti handphone, zat terlarang seperti narkoba, alat yang berpotensi berbahaya seperti senjata tajam, maupun jenis barang terlarang lainnya yang dilarang masuk dan berada di dalam lingkungan Rutan. Hasil ini menjadi bukti konkrit bahwa kondisi blok hunian warga binaan dalam keadaan aman dan terkendali dengan baik. Selain itu, hal ini juga mencerminkan adanya peningkatan kesadaran yang signifikan di antara warga binaan mengenai pentingnya mematuhi aturan yang berlaku, serta kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.
Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan razia rutin ini merupakan bentuk wujud komitmen yang kuat dari pihaknya untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang benar-benar bebas dari HALINAR. “Razia ini bukan semata-mata untuk penindakan, tetapi sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini guna memastikan situasi Rutan tetap aman, tertib, dan kondusif. Kami berkomitmen melaksanakan kegiatan ini secara rutin dan humanis,” tegasnya dengan penuh tekad.
Selain menyampaikan komitmen tersebut, Eko juga mengungkapkan apresiasi yang mendalam terhadap kerja sama dan dukungan yang diberikan oleh Polsek Cerme serta BNN Kabupaten Gresik selama pelaksanaan kegiatan razia. Menurutnya, kolaborasi yang erat dan sinergis antar instansi menjadi faktor utama yang menjadi pondasi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan memiliki integritas tinggi. “Tanpa dukungan dan kerja sama yang erat dari rekan-rekan kami di aparat penegak hukum dan BNN, upaya kami untuk menjaga keamanan serta ketertiban di Rutan Gresik tidak akan dapat terlaksana dengan efektivitas yang maksimal,” tambahnya.
Rutan Gresik menegaskan bahwa langkah-langkah untuk meningkatkan mutu pengelolaan pemasyarakatan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem pengawasan yang ada, serta memperkuat berbagai program pembinaan yang ditujukan kepada warga binaan maupun seluruh jajaran petugas. Semua upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen yang tidak tergoyahkan untuk mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan sepenuhnya berorientasi pada pemeliharaan keamanan serta ketertiban bersama di lingkungan Rutan Gresik.(Har)
