Hasil Tes Urine Semua Negatif, Rutan Gresik Tunjukkan Komitmen Kuat Capai Zero HALINAR

GRESIK, 9 Desember 2026 –Top Berita Nusantara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, telah berhasil melaksanakan kegiatan tes urine yang melibatkan seluruh petugas dan 346 warga binaan kasus narkotika. Kegiatan yang dilakukan pada hari Jumat ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari peredaran narkoba serta barang terlarang (Zero HALINAR), sekaligus mendukung program nasional pemberantasan narkoba.
Untuk memastikan pelaksanaan yang efektif dan akuntabel, Rutan Gresik menggandeng dua pihak terkait yaitu jajaran Polsek Cerme dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik. Kolaborasi lintas sektor ini dianggap sangat strategis, karena mampu menggabungkan keahlian dan sumber daya dari masing-masing institusi dalam rangka memperkuat langkah-langkah pencegahan serta mendeteksi penyalahgunaan narkoba sejak dini. Dengan demikian, keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan pemasyarakatan dapat terjaga dengan baik, serta memberikan ruang yang kondusif bagi proses pembinaan warga binaan.
Ruang lingkup tes urine tidak hanya mencakup warga binaan, melainkan juga seluruh jajaran petugas mulai dari tingkat pimpinan hingga staf operasional. Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, bersama dengan pejabat struktural lainnya turut serta dalam pemeriksaan sebagai bentuk contoh dan bukti integritas lembaga. Dari total 605 orang warga binaan yang ada di Rutan Gresik, sebanyak 346 orang yang memiliki kasus terkait narkotika diprioritaskan sebagai sasaran tes, mengingat mereka berada dalam kategori yang membutuhkan pemantauan lebih intensif terkait penyalahgunaan zat terlarang.
Seluruh proses tes urine dilaksanakan dengan memperhatikan tiga prinsip utama yaitu transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas. Tim ahli dari BNN Kabupaten Gresik dipercaya untuk menangani setiap tahapan pemeriksaan, mulai dari pengambilan sampel hingga analisis hasil. Sementara itu, personel dari Polsek Cerme melakukan pengawasan yang ketat di setiap tahap, memastikan bahwa semua prosedur berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penerapan standar yang konsisten ini bertujuan untuk menjamin bahwa hasil tes memiliki tingkat objektivitas dan keakuratan yang tinggi, sehingga dapat dijadikan dasar evaluasi yang valid untuk mengukur keberhasilan upaya pemberantasan narkoba di lingkungan rutan.
Setelah seluruh proses selesai dan hasil dianalisis secara menyeluruh, pihak Rutan Gresik mengumumkan bahwa semua peserta tes – baik petugas maupun warga binaan – dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika maupun zat terlarang lainnya. Hasil yang sangat positif ini menjadi bukti konkret bahwa serangkaian upaya pembinaan, pengawasan, serta pengendalian yang telah dilakukan oleh manajemen Rutan Gresik selama ini berjalan dengan efektif dan konsisten. Hal ini juga menunjukkan bahwa kesadaran akan bahaya narkoba telah mulai meresap di antara seluruh komponen di dalam lembaga.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Gresik Eko Widiatmoko menekankan bahwa kegiatan tes urine ini bukanlah hanya sebuah acara yang bersifat formal belaka. “Tes urine ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk komitmen dan integritas kami dalam menciptakan Rutan yang bersih dari narkoba. Dimulai dari pimpinan hingga warga binaan, semuanya harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan Zero HALINAR,” ujarnya dengan tegas.
Menurut Eko, pencapaian tujuan Zero HALINAR tidak dapat diraih dalam waktu yang singkat, sehingga diperlukan upaya yang berkelanjutan dan konsisten. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala di masa mendatang. “Kami akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan BNN sebagai langkah preventif dan deteksi dini. Harapannya, Rutan Gresik dapat menjadi lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal,” tambahnya.
Dengan hasil tes yang memuaskan ini, diharapkan kesadaran akan bahaya narkoba semakin meningkat di antara seluruh penghuni dan petugas Rutan Gresik. Sehingga, lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berperan sebagai tempat penahanan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan dan pemulihan yang efektif bagi warga binaan untuk dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa tahanan mereka.(Har)
