Silaturahmi Syawal Maki Jatim di Prigen Jadi Titik Bangkit Media Independen dan Gerakan Pengawasan Publik

Pasuruan, 4 April 2026 — Top Berita Nusantara Semangat kebersamaan dalam suasana Syawal 1447 H terasa kental di Vila Sabar PTPN Prigen, Kabupaten Pasuruan. Momentum halal bihalal yang digelar oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur bersama Pokja Djoko Dolog menjadi lebih dari sekadar ajang saling memaafkan. Kegiatan ini berkembang menjadi forum strategis untuk memperkuat peran media dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan, para peserta yang terdiri dari aktivis, insan media, dan pegiat sosial berkumpul untuk menyatukan visi. Mereka meneguhkan kembali pentingnya media sebagai pilar demokrasi—penjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kepentingan publik.
Acara ini juga mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, yang menyampaikan ucapan Idulfitri melalui pesan suara. Ucapan tersebut menjadi simbol dukungan moral sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat sipil.
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, dalam sambutannya menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia media saat ini. Ia menegaskan bahwa di tengah banjir informasi, kehadiran media yang mampu menyaring dan menyajikan fakta secara jernih menjadi semakin krusial. Pokja Djoko Dolog, menurutnya, diharapkan mampu berperan sebagai “TOA publik”—penyambung suara masyarakat yang tetap menjaga integritas informasi.
“Media tidak cukup hanya cepat. Ia harus benar, berimbang, dan berani mengkritisi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Heru menyampaikan bahwa kritik adalah bagian penting dari sistem demokrasi yang sehat. Ia menilai bahwa pemerintah yang kuat bukanlah yang anti kritik, melainkan yang terbuka dan responsif terhadap masukan dari masyarakat.
Dari pertemuan ini, semangat perubahan mulai bergema ke berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Jember dan sekitarnya. Muncul kesadaran baru akan pentingnya membangun ekosistem media yang independen, profesional, dan bebas dari tekanan kepentingan tertentu.
Namun, Heru juga mengingatkan bahwa integritas media tidak boleh dikorbankan demi popularitas. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam praktik jurnalistik, mulai dari proses verifikasi hingga penyajian informasi yang berimbang. Kepercayaan publik, katanya, adalah aset utama yang harus dijaga dengan konsisten.
Halal bihalal ini sekaligus menjadi tonggak awal penguatan kolaborasi antara MAKI Jatim dan Pokja Djoko Dolog. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan gerakan media yang tidak hanya solid secara jaringan, tetapi juga kuat dalam prinsip dan komitmen terhadap kebenaran.
Di tengah arus perubahan yang begitu cepat, pertemuan di Prigen ini menyampaikan pesan yang tegas: media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga arah demokrasi. Ia bukan sekadar penyampai informasi, melainkan pengawal kebenaran yang memastikan kekuasaan tetap berada dalam koridor kepentingan rakyat (Har).
