AKP Adik Agus Putrawan S.H.,M.H.:Pesan Kemanusiaan dan Integritas Menguat di Balik Peringatan Jumat Agung 2026

Surabaya – Top Berita Nusantara Peringatan Jumat Agung yang jatuh pada 3 April 2026 berlangsung khidmat di berbagai gereja di Kota Surabaya. Umat Kristiani memperingati wafatnya Yesus Kristus sebagai momen suci untuk memperdalam iman sekaligus merefleksikan nilai-nilai pengorbanan, kasih, dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam rangkaian Pekan Suci, Jumat Agung menjadi salah satu peristiwa paling sakral yang mengenang penyaliban Yesus Kristus di Golgota. Ibadah dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan, diiringi suasana hening dan perenungan mendalam. Jemaat tampak mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan, menandai pentingnya makna spiritual dalam peristiwa tersebut.
Di tengah suasana religius ini, Adik Agus Putrawan, turut menyampaikan pandangannya mengenai relevansi nilai-nilai Jumat Agung dalam kehidupan modern. Ia menegaskan bahwa semangat pengorbanan dan ketulusan yang dicontohkan Yesus Kristus dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum dan pelayan masyarakat.
Menurutnya, nilai integritas, keberanian, serta kepedulian sosial sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam upaya pemberantasan narkoba. Ia menilai bahwa tugas tersebut tidak hanya membutuhkan ketegasan, tetapi juga keikhlasan demi melindungi generasi muda dari ancaman yang dapat merusak masa depan bangsa.
Lebih lanjut, momentum Jumat Agung juga dinilai sebagai pengingat pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Kondisi peringatan di Surabaya yang berlangsung aman, tertib, dan penuh rasa saling menghormati menjadi cerminan kuatnya nilai persatuan di tengah keberagaman.
Dengan semangat refleksi yang mendalam, peringatan Jumat Agung 2026 diharapkan mampu melampaui sekadar tradisi tahunan. Momen ini diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun kehidupan yang lebih humanis, penuh kasih, serta menjunjung tinggi persatuan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk (Har).
