Janji Suci di Sukorejo: Pernikahan Khidmat Sandrina Chika Aulia dan Fatekur Rochman Dipenuhi Doa dan Kebahagiaan

Kediri —Top Berita Nusantara Momen penuh kebahagiaan dan keharuan menyelimuti Dusun Sukorejo, Kecamatan Kepung, Kediri pada Minggu, 29 Maret 2026, saat berlangsungnya prosesi sakral pernikahan Sandrina Chika Aulia dengan Fatekur Rochman. Acara yang digelar secara sederhana namun sarat makna ini menjadi titik awal perjalanan baru bagi kedua mempelai dalam membangun kehidupan rumah tangga.

Akad nikah yang dilaksanakan pukul 09.30 WIB di kediaman mempelai wanita berlangsung dengan khidmat. Sandrina Chika Aulia, putri kedua dari almarhum Bapak Agus Hariono dan Ibu Wirayati, resmi dipersunting oleh Fatekur Rochman, putra kedua dari almarhum Bapak Nardiono dan Ibu Suyatmi yang berasal dari Dusun Suko Legok, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Suasana haru terasa begitu kental saat prosesi ijab kabul berlangsung. Dengan disaksikan oleh keluarga besar dan para tamu undangan, janji suci terucap dengan lancar dan penuh keyakinan. Momen tersebut menjadi simbol kuat dimulainya kehidupan baru yang diharapkan senantiasa diliputi keharmonisan, cinta kasih, dan keberkahan.

Setelah prosesi akad nikah selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang masih bertempat di lokasi yang sama. Mengusung konsep terbuka, para tamu undangan hadir secara bergantian sepanjang hari untuk memberikan ucapan selamat serta doa restu kepada kedua mempelai. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bentuk dukungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan kerabat.

Keluarga besar kedua mempelai turut mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Mereka juga menyampaikan terima kasih atas doa dan kehadiran para tamu yang telah ikut menjadi bagian dari momen berharga tersebut. Harapan pun disematkan agar pernikahan ini menjadi awal yang baik dan membawa kebahagiaan yang berkelanjutan bagi Chika dan Fatekur.

Baca Juga :  Jeritan Keadilan dari Desa Kuwik: Saat Nyawa Terenggut Pengemudi Mabuk, Mengapa Hukum Masih Membisu?

Lebih dari sekadar seremoni, pernikahan ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai kebersamaan, restu orang tua, serta doa dari orang-orang terdekat dalam menjalani kehidupan. Dalam suasana penuh kehangatan, kedua mempelai menutup hari bahagia mereka dengan penuh rasa syukur dan harapan agar cinta yang telah terjalin akan terus tumbuh dan menguat seiring berjalannya waktu.

Dengan iringan doa tulus dari keluarga dan sahabat, perjalanan baru Chika dan Fatekur pun resmi dimulai, menapaki masa depan bersama dalam ikatan suci pernikahan (Har).

Leave a Reply