“Dari Bengkel Cuci Mobil di Wiyung – Cak Sam Tunjukkan Ramadan Bisa Jadi Jembatan untuk Kedermawanan dan Perubahan Hidup”

Surabaya, 19 Maret 2026 –Top Berita Nusantara Jalan Mastrip No. 183 Jajar Tunggal, kawasan Wiyung, menjadi saksi sebuah perjalanan kebaikan yang muncul dari usaha kecil-kecilan. Usaha cuci mobil milik Samuel Teguh Santoso atau yang lebih dikenal sebagai Cak Sam, bukan hanya berperan sebagai tempat untuk merapikan kendaraan, melainkan telah berkembang menjadi ruang yang membawa kedermawanan dan harapan baru bagi masyarakat sekitar serta para pemuda yang sedang mencari arah hidup.

Di tengah kemegahan bulan Ramadan 1447 H yang penuh berkah, Cak Sam bersama seluruh timnya telah menjalankan tradisi baik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas harian mereka. Sejak awal bulan suci hingga hari ini, saat diperkirakan Ramadan berakhir sesuai dengan perhitungan kalender Islam di beberapa wilayah Indonesia, mereka secara konsisten menyediakan takjil gratis bagi setiap pengendara yang lewat. Aksi sederhana ini bukan hanya menjadi titik relaksasi di tengah padatnya lalu lintas, melainkan juga bukti bahwa kepedulian sosial bisa tumbuh dan berkembang dari setiap bentuk usaha, tanpa memandang skala atau jenisnya.

“Puji Syukur, ini bukan soal besar kecilnya yang kita beri, tapi bagaimana kita bisa hadir untuk orang lain, terutama di bulan yang penuh berkah ini,” ucap Cak Sam dengan wajah yang terpancarkan kehangatan dan kedermawanan.

Tak hanya itu, menjelang akhir Ramadan, Cak Sam juga telah menyiapkan paket takjil khusus berjumlah tidak kurang dari 100 unit untuk dibagikan secara luas kepada masyarakat sekitar. Bagi dia, Ramadan bukan sekadar momen untuk memperdalam ibadah pribadi, melainkan kesempatan berharga untuk menyebarkan manfaat serta mempererat hubungan silaturahmi antar sesama manusia.

Lebih dari sekadar bisnis, usaha cuci mobil ini juga berperan sebagai peluang emas bagi para pemuda untuk mendapatkan penghasilan yang halal dan membangun pondasi kehidupan yang lebih baik. Saat ini, terdapat sekitar 10 orang pekerja yang menjadi bagian dari timnya, di mana sebagian besar adalah anak muda. Bahkan, beberapa di antaranya adalah mantan pengguna narkoba yang tengah berjuang untuk memperbaiki jalannya hidup dan meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Kabid Bangpol Cahyono Apresiasi Program YBIM dan PWIN Bertajub Baksos Santunan Anak Yatim Serta Dhuafa

“Kalau mereka bisa punya penghasilan halal, walaupun tidak besar, itu sudah luar biasa. Dari sini mereka bisa mulai menata hidup lagi,” terang Cak Sam menjelaskan filosofi di balik langkahnya mendukung para pemuda tersebut.

Para pekerja di tempat ini mendapatkan penghasilan harian yang berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp250 ribu, dengan besaran yang ditentukan berdasarkan jumlah pelanggan yang berhasil dilayani. Bagi mereka, angka tersebut bukan sekadar angka yang mencatat pendapatan, melainkan langkah awal yang berharga menuju kehidupan yang lebih bermakna, penuh harapan, dan bebas dari masa lalu yang menyakitkan (Har)

Leave a Reply