Skandal BBM Subsidi di Gending Terkuak, Polisi dan BPH Migas Didesak Turun Tangan

Probolinggo // Top Berita Nusantara –
Praktik kotor dugaan pengurasan BBM bersubsidi di SPBU 54.672.12 Gending, Probolinggo, tak lagi bisa ditutupi. Di balik lampu yang sengaja diredupkan dan dalih “trouble” yang berulang kali diucapkan operator, aktivitas gelap justru berlangsung terang-terangan: kendaraan-kendaraan tertentu diduga dilayani secara istimewa untuk menguras jatah rakyat.
Investigasi Redaksi Media ini, pada Minggu dini hari (15/3/2026) sekitar pukul 03.40 WIB menemukan pola yang mengindikasikan praktik sistematis, bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan dugaan permainan terorganisir yang melibatkan oknum internal SPBU. Redaksi Media ini yang berada di lokasi mengungkapkan kejanggalan yang sulit diterima akal sehat.
“Kami datang mau isi BBM, tapi operator bilang mesin lagi error, disuruh nunggu satu jam. Anehnya, baru 15 menit keluar, ada Avanza masuk dan langsung dilayani. Ini bukan error, ini pemilahan konsumen secara sengaja,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Tak berhenti di situ, kendaraan yang sama bahkan terpantau kembali mengisi BBM dalam waktu singkat, seolah mendapat “jatah khusus” tanpa batas. Sementara masyarakat umum dibiarkan antre panjang dalam ketidakpastian.
Temuan di lapangan menunjukkan lebih dari sekadar pelanggaran prosedur. Sejumlah armada, mulai dari mobil penumpang, sedan, hingga truk dengan tangki modifikasi, diduga menjadi bagian dari jaringan pengangkutan BBM ilegal.
“Kami melihat langsung truk dengan tandon di dalamnya. Ini bukan untuk konsumsi biasa, ini jelas untuk ditimbun atau dijual kembali. Dan yang melayani bukan orang luar, ini orang dalam sendiri,” tegas narasumber yang berhasil ditemui Redaksi media ini di pojok’an depan SPBU.
Nama operator seperti Aris dan pengawas Supriyadi ikut disebut dalam dugaan keterlibatan memperlancar aktivitas tersebut. Bahkan disebut adanya keterkaitan dengan pihak-pihak tertentu yang telah lama “bermain” di jalur distribusi BBM subsidi di wilayah itu.
Ironisnya, praktik ini terjadi di tengah isu kelangkaan BBM menjelang arus mudik Idul Fitri. Saat masyarakat kecil harus berburu BBM dengan penuh kecemasan, oknum tertentu justru diduga mengurasnya demi keuntungan pribadi.
“Ini bukan sekadar pelanggaran, ini pengkhianatan. BBM subsidi itu hak rakyat kecil, bukan untuk diperdagangkan oleh mafia yang dilindungi,” ungkap seorang warga yang ikut antre membeli BBM di lokasi.
SPBU yang seharusnya menjadi garda distribusi justru diduga berubah menjadi titik kebocoran utama. Letaknya yang strategis di pintu tol Gending membuat dugaan praktik ini semakin berbahaya karena berpotensi melibatkan distribusi skala besar.
Redaksi media dengan tegas mendesak aparat penegak hukum di wilayah Probolinggo untuk tidak lagi bersikap pasif. Dugaan praktik ini sudah terlalu terang untuk diabaikan.
“Kalau aparat masih diam, publik berhak curiga, ini pembiaran atau ada yang ikut bermain? Kami minta ini dibongkar tuntas, bukan sekadar formalitas,” tegas jurnalis investigasi
Pemeriksaan CCTV, audit distribusi BBM, hingga penelusuran jaringan kendaraan yang terlibat harus segera dilakukan. Tidak boleh ada kompromi terhadap praktik yang merampas hak masyarakat luas.
Jika dugaan ini benar, maka kerugian yang ditimbulkan bukan hanya materi, tetapi juga runtuhnya kepercayaan publik terhadap sistem distribusi energi nasional.
SPBU 54.672.12 Gending kini berada di bawah sorotan tajam. Publik menunggu: apakah aparat berani bertindak tegas, atau justru kembali membiarkan praktik lama terus berulang?, Redaksi media memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
