Momen Ramadan di Lapas Mojokerto: Kakanwil Pemasyarakatan Jatim Soroti Kekuatan Pembinaan Humanis untuk Perubahan Warga Binaan

Mojokerto,Top Berita Nusantara Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi sorotan utama dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Mojokerto (Forkopimda), kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dari Koordinator Wilayah Surabaya dan Bojonegoro, serta para pejabat struktural di lingkungan pemasyarakatan. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat dalam mendukung tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah tersebut.

Sebelum memulai rangkaian acara utama, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Alzuarman, bersama Kepala Lapas Mojokerto Rudi Kristiawan, melakukan dialog singkat dengan perwakilan PKBM Bina Insani Firaas dan warga binaan yang sedang mengikuti program pendidikan di dalam lapas. Pertemuan ini menjadi kesempatan berharga bagi jajaran Kanwil untuk melihat secara langsung perkembangan program pembinaan pendidikan yang dijalankan. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemasyarakatan untuk memberikan kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi para warga binaan selama menjalani masa pidana, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup saat kembali ke masyarakat nantinya.

Kegiatan Safari Ramadan kemudian dibuka dengan sambutan dari Kepala Lapas Mojokerto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Kepala Kanwil beserta rombongan. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan hanya sekadar kunjungan kerja, melainkan bentuk perhatian dan dukungan yang nyata bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Mojokerto dalam menjalankan tugas pembinaan dan pengamanan dengan lebih baik.

Baca Juga :  Kakanwil Ditjenpas Jatim Kunjungi Bapas Malang: Anggaran Harus Berdampak Nyata, Kinerja Harus Disiplin dan Optimal

Momentum Safari Ramadan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana yang efektif untuk mempererat hubungan silaturahmi serta memperkuat sinergi antara jajaran pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum di wilayah Mojokerto. Sinergi yang kuat ini diharapkan dapat mendukung kelancaran berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Sebagai wujud nyata semangat berbagi di bulan suci Ramadan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dari Panti Asuhan Al-Mawaddah Mojokerto. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur bersama jajaran Forkopimda. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang tinggi dari pihak pemasyarakatan terhadap masyarakat sekitar, terutama kepada mereka yang membutuhkan bantuan di bulan yang penuh berkah ini.

Dalam sambutannya, Kadiyono menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap berbagai praktik pembinaan positif yang telah diterapkan di Lapas Mojokerto. Salah satu hal yang menjadi perhatian khususnya adalah tradisi makan bersama antara petugas dan warga binaan. Menurutnya, tradisi ini dinilai mampu membangun hubungan yang lebih harmonis dan akrab antara kedua pihak.

“Tradisi makan bersama ini menunjukkan adanya kebersamaan serta hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Kadiyono.

Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis dalam pembinaan sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif di dalam lapas. Selain itu, pendekatan ini juga dapat membantu proses perubahan perilaku warga binaan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial secara positif.

Kegiatan Safari Ramadan ini kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Gus Zuhdi Sarwoaji. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum yang tepat untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial terhadap sesama manusia.

Baca Juga :  Dr. Andre Yulius Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Nasionalisme di Era Modern

Acara kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama antara jajaran pemasyarakatan, Forkopimda, serta warga binaan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai seluruh kegiatan tersebut, yang sekaligus menjadi simbol kuatnya semangat persaudaraan dan komitmen pemasyarakatan Jawa Timur dalam menerapkan pembinaan yang humanis dan berbasis kemanusiaan (Har)

Leave a Reply