Puasa Sebagai Latihan Pengendalian Diri Menyeluruh: Safari Ramadan Kakanwil Ditjenpas Jatim di Rutan Bangkalan Penuh Makna dan Kebersamaan

BANGKALAN – TOP BERITA NUSANTARA Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Korwil Madura yang dipusatkan di Rutan Kelas IIB Bangkalan pada Kamis (5/3). Acara ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah, Alzuarman, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Korwil Madura, sebagai langkah nyata untuk mempererat ikatan silaturahmi di lingkungan pemasyarakatan di bulan suci Ramadhan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan peninjauan yang dilakukan Kadiyono beserta rombongan ke blok hunian warga binaan. Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga dengan baik, sekaligus menjadi bukti komitmen jajaran pemasyarakatan agar pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan berjalan secara optimal.
Setelah selesai melakukan peninjauan, kegiatan dilanjutkan di Aula Rutan Bangkalan yang dibuka dengan penampilan rebana yang membanggakan dari warga binaan. Dalam sambutannya, Kepala Rutan Bangkalan, Budi Setyo, menyampaikan laporan terkait berbagai kegiatan pembinaan keagamaan yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa warga binaan sangat antusias mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan, salat tarawih berjamaah, serta tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin.
“Selama bulan Ramadhan, warga binaan aktif mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan, salat tarawih berjamaah, serta tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin,” ujar Budi Setyo.
Ia menambahkan bahwa berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang efektif agar mereka dapat memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Sebagai wujud kepedulian sosial yang melekat dalam rangkaian Safari Ramadhan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 25 anak yatim piatu. Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kadiyono, dilanjutkan oleh Alzuarman serta para Kepala UPT yang hadir. Momentum ini menjadi bukti nyata semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, terutama di bulan yang penuh berkah dan ampunan ini.
Dalam arahannya, Kadiyono mengingatkan seluruh hadirin bahwa ibadah puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana yang sangat berharga untuk melatih pengendalian diri dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ibadah puasa dapat menjadi pedoman yang kuat dalam membentuk sikap yang lebih sabar, disiplin, dan bertanggung jawab, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Dalam bulan puasa kita dituntut untuk menahan dimensi fisik, dimensi emosional, dan dimensi ketaatan,” ungkap Kadiyono dengan tegas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Moh. Ali Ghafir. Dalam ceramahnya, beliau membahas mengenai kewajiban serta hikmah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ustadz Moh. Ali Ghafir mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum yang tepat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana yang hangat, akrab, dan penuh kebersamaan. Acara ini tidak hanya mempererat silaturahmi antara jajaran pemasyarakatan, warga binaan, serta para tamu undangan, tetapi juga meninggalkan kesan yang mendalam dan penuh makna bagi semua pihak yang hadir (Har)
