Ramadhan Penuh Makna, Rutan Gresik dan MUI Satukan Doa serta Kebersamaan Bersama Warga Binaan

Gresik, 4 Maret 2026Top Berita Nusantara Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti lingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik pada Rabu (04/03/2026) sore. Dalam rangka memperkuat pembinaan kepribadian berbasis spiritual di bulan suci Ramadhan, pihak rutan menggandeng Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik untuk menggelar kegiatan istighosah dan buka puasa bersama Warga Binaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan yang secara rutin dilaksanakan selama Ramadhan. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas keimanan, tetapi juga membangun kesadaran moral dan semangat perubahan positif bagi seluruh Warga Binaan.

Sinergi Lintas Lembaga Dukung Pembinaan

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pimpinan lembaga di Kabupaten Gresik, di antaranya perwakilan dari Petrokimia Gresik, pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gresik, Markaz Bayt Al-Musa’adah (MBM) Gresik, Pusat Transformasi Bersama (PTB) Gresik, Nurul Hayat Gresik, Yayasan RUPS MUI Gresik, jajaran petugas rutan, serta seluruh Warga Binaan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya kolaborasi nyata antara lembaga pemasyarakatan, institusi keagamaan, dunia usaha, dan lembaga sosial dalam mendukung proses pembinaan yang komprehensif. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku.

Dzikir dan Istighosah Bangun Refleksi Diri

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan dzikir dan istighosah yang dipimpin oleh perwakilan MUI Kabupaten Gresik. Doa-doa dipanjatkan untuk memohon keselamatan, ketenangan batin, serta kelancaran proses pembinaan di dalam rutan.

Suasana khusyuk begitu terasa saat ratusan peserta larut dalam lantunan doa. Momen ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi Warga Binaan untuk merenungi perjalanan hidup, memperbaiki kesalahan, serta menata niat untuk masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  WaKil Bupati Buol Tegaskan Pentingnya Data Statistik Sektoral

Pendekatan spiritual semacam ini dinilai efektif dalam membangun ketenangan mental dan memperkuat daya tahan emosional selama menjalani masa pembinaan.

Pesan Kepala Rutan: Spiritualitas Fondasi Perubahan

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan di rutan tidak hanya berfokus pada aspek disiplin dan keterampilan kerja, tetapi juga pembentukan karakter melalui penguatan nilai-nilai spiritual.

“Pembinaan yang menyentuh sisi keimanan akan menjadi fondasi kuat bagi perubahan perilaku. Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan moral bagi seluruh Warga Binaan,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang sarat pesan moral dan motivasi. Dalam ceramah tersebut, para Warga Binaan diajak menjadikan Ramadhan sebagai sarana introspeksi diri serta memperkuat komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Bingkisan dan Kebersamaan di Waktu Berbuka

Menjelang adzan maghrib, doa bersama kembali dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas kesempatan menjalani ibadah Ramadhan. Sebagai simbol kepedulian, MUI Kabupaten Gresik menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan Warga Binaan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi antara petugas, tamu undangan, dan Warga Binaan, tetapi juga menghadirkan suasana kekeluargaan di lingkungan rutan.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Gresik berharap pembinaan spiritual dapat terus ditingkatkan sebagai bagian integral dari sistem pemasyarakatan. Dengan bekal keimanan, ketenangan batin, dan semangat perubahan, para Warga Binaan diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan bermanfaat (Har)

Leave a Reply