SPBU 54.612.26 Jadi Sorotan, Aktivitas Mencurigakan Dibubarkan Operator Saat Polisi hendak Datang
Sidoarjo || Top Berita Nusantara –
Suasana di SPBU 54.612.26 wilayah Balongbendo mendadak memanas ketika praktik pengisian BBM secara bolak-balik diduga berlangsung tanpa kendali. Sejumlah sepeda motor bertangkai besar keluar-masuk area pompa dengan pola yang sama: isi, keluar, putar arah, lalu kembali lagi mengisi. Siklus itu berulang-ulang, seolah tak ada aturan, seolah tak ada pengawasan.
Warga yang menyaksikan geleng-geleng kepala. Aktivitas tersebut dinilai bukan lagi sekadar pengisian biasa, melainkan sudah menyerupai aksi “pengurasan” terang-terangan. Jika benar yang diisi adalah BBM bersubsidi, maka ini bukan perkara sepele — ini soal hak masyarakat kecil yang bisa saja tergerus oleh segelintir pihak yang bermain sistem.
Ironisnya, saat dikonfirmasi di lokasi, operator bernama Wahyudi tetap melayani pengisian tersebut. Ketika ditanya keberadaan pengawas SPBU, jawabannya singkat namun mengundang tanya: pengawas tidak ada di tempat karena sedang istirahat. Di tengah aktivitas mencurigakan yang berlangsung intens, absennya pengawasan justru menjadi sorotan tajam.
Pertanyaannya sederhana: bagaimana mungkin pengisian berulang dalam jumlah besar bisa terjadi tanpa ada kontrol? Apakah ini kelalaian, pembiaran, atau ada pola yang lebih dalam?
Kemarahan warga akhirnya memuncak. Laporan resmi pun dilayangkan ke Polsek Balongbendo. Tak butuh waktu lama, anggota bernama Reza langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Namun, bak adegan yang sudah tercium sebelumnya, saat aparat tiba, aktivitas mencurigakan itu telah bubar. Motor-motor yang sebelumnya hilir mudik mengisi BBM tak lagi terlihat. Area SPBU tampak normal, seakan tak pernah terjadi apa-apa.
Situasi ini justru menimbulkan tanda tanya baru. Apakah ada yang memberi informasi lebih dulu? Ataukah pembubaran itu murni kebetulan?
Reza menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap operator untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Langkah tersebut diharapkan membuka terang peristiwa yang telah membuat publik geram.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengawasan distribusi BBM di tingkat SPBU. Di tengah kondisi ekonomi yang menekan masyarakat kecil, dugaan praktik pengisian berulang yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan tidak bisa dianggap remeh. Aparat diminta tidak berhenti pada klarifikasi formalitas, tetapi benar-benar mengusut tuntas dugaan yang berkembang.
Masyarakat kini menunggu. Apakah ini akan menjadi kasus yang benar-benar dibongkar hingga akar, atau hanya akan menguap seperti banyak dugaan lainnya? Waktu yang akan menjawab.
