Suasana Khusyuk Ramadan di Rutan Gresik, Program Keagamaan Bangun Karakter Warga Binaan

Gresik –Top Berita Nusantara Bulan suci Ramadan membawa suasana religius yang kental dan penuh ketenangan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Senin (23/2/25). Momentum Ramadan dimanfaatkan secara optimal oleh jajaran rutan untuk memperkuat pembinaan spiritual melalui pelaksanaan salat tarawih berjamaah dan tadarus Al-Qur’an di Masjid At-Taubah.

Kegiatan keagamaan tersebut menjadi agenda rutin setiap malam selama Ramadan. Usai salat tarawih, warga binaan secara tertib membentuk kelompok kecil untuk melaksanakan tadarus Al-Qur’an. Dengan penuh kekhusyukan, mereka melantunkan ayat demi ayat secara bergantian, menciptakan suasana yang menyejukkan dan sarat makna spiritual di dalam lingkungan rutan.

Atmosfer Ramadan yang damai tidak hanya dirasakan oleh warga binaan, tetapi juga oleh seluruh jajaran petugas. Petugas rutan hadir melakukan pendampingan dan pengawasan guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pendekatan ini menegaskan bahwa sistem pembinaan di Rutan Gresik tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan mental, moral, dan kepribadian warga binaan.

Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan dalam proses pembinaan. Menurutnya, bulan penuh berkah ini menjadi kesempatan berharga bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Ia menekankan bahwa pembinaan keagamaan adalah salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan. Melalui penguatan nilai religius, warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran diri, rasa tanggung jawab, serta komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Program tarawih dan tadarus ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang ditingkatkan intensitasnya selama Ramadan. Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan tersebut menjadi sarana introspeksi dan refleksi diri, sehingga warga binaan dapat menjadikan Ramadan sebagai titik balik menuju perubahan positif.

Baca Juga :  Pemasyarakatan Jatim Mantapkan Arah Kinerja 2026, Rutan Gresik Siap Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas

Dengan menghadirkan suasana yang humanis, religius, dan penuh makna, Rutan Kelas IIB Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan semangat pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan berkelanjutan. Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga menjadi ruang transformasi moral bagi warga binaan untuk menatap masa depan dengan harapan baru(Har).

Leave a Reply