Erfanda Andi Mada Arectya Dan Ahmad Dzaki Akmal Yuda: Selamat M. Alwi Shihab Jadi Ketum IMM Surabaya

SURABAYA-TOP BERITA NUSANTARA Erfanda Andi Mada Arectya S.Pd dan Ahmad Dzaki Akmal Yuda mengucapkan selamat atas terpilihnya Muhammad Alwi Shihab sebagai Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surabaya 2026 – 2027 yang pemilihannya telah diadakan pada akhir Januari 2026 kemarin, yang pembukaannya dihadiri Walikota Surabaya Eri Cahyadi di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), juga dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya Agus Imam Sonhaji dan Rektor UMSURA Dr Mudzakir.

Acara yang ‘alot’ memecahkan sejarah itu dilanjutkan di SD Muhammadiyah 4 Surabaya hingga Kantor PDM Surabaya. Pemilihan telah selesai meskipun belum pelantikan keseluruhan kepengurusan.

Erfanda Andi Mada Arectya (Erfanda) yang Ketum PC IMM Surabaya 2025 – Januari 2026 dan Ahmad Dzaki Akmal Yuda (Dzaki Akmal / Akmal) yang Ketum IMM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawan Timur (UPN Jatim) 2025 – Juni 2026 mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya M. Alwi Shihab yang kelahiran Lamongan 2 Agustus 2002 yang berasal dari kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan berbagai harapan.

Dari sebelum pemilihan, Erfanda mengapresiasi sejumlah hal diantaranya untuk pertama kali dalam sejarah kontestasi kepemimpinan IMM Kota Surabaya diadakan Uji Publik dan Debat Calon Ketua Umum digelar secara terbuka dalam rangkaian Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XXXVI (Ke-36). Agenda ini menjadi terobosan baru.

Apresiasi lain dari Erfanda, dua ‘kubu’ pengusung calon ketua umum mengeluarkan gagasan yang ditulis dengan sistematis, yang sekaligus dinilainya sebagai komiten kader untuk melestarikan tradisi menulis gagasan dalam momen kontestasi. Gagasan yang tertulis bisa menjadi bagian wujud tanggung jawab terhadap pemikiran.

Ahmad Dzaki Akmal Yuda juga memberi sejumlah penilaian yang diantaranya sama dengan yang disampaikan Erfanda bahwa gagasan yang tertulis bisa menjadi bagian wujud tanggung jawab terhadap pemikiran. Lebih-lebih untuk M. Alwi Shihab yang terpilih sebagai Ketum IMM Surabaya, penting untuk mewujudkan visi misi-nya, minimal akan ikhtiar keras meskipun diharapkan akomodatif.

Baca Juga :  Kabid Bangpol Cahyono Apresiasi Program YBIM dan PWIN Bertajub Baksos Santunan Anak Yatim Serta Dhuafa

Sebagaimana diketahui, visi M. Awi Shihab adalah: “Mengusahakan Gerakan Progresif – Kolaboratif IMM Surabaya sebagai Agen Perubahan Kota Surabaya dengan Nilai Profetik”.

Sedangkan diantara misinya adalah:
1). Bergerak mengokohkan tata kelola dan kaderisasi profetik: mewujudkan sistem organisasi yang profesional dan modern, serta mencetak kader pemimpin yang berintegritas, militan, dan siap berdiaspora.

2). Bergerak menghidupkan nalar kritis dan advokasi publik: menjadikan IMM sebagai pusat pemikiran yang aktif mengawal kebijakan Kota Surabaya dengan basis riset dan keberpihakan pada keadilan.

3). Bergerak memperluas kolaborasi inklusif lintas sektor: membangun jejaring sinergis dengan pemerintah, komunitas, dan organisasi kepemudaan lain untuk memperbesar skala dampak gerakan di Kota Surabaya.

4). Bergerak memimpin narasi dakwah di era digital: mengusai ruang publik digital melalui strategi komunikasi kreatif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang mencerahkan.

5). Bergerak membumikan pemberdayaan dan kepedulian sosial: mendorong kemandirian ekonomi kader serta hadir secara nyata dalam menyelesaikan problem sosial masyarakat melalui aksi kemandirian.

“Mengusahakan Gerakan Progresif – Kolaboratif IMM Surabaya sebagai Agen Perubahan Kota Surabaya dengan Nilai Profetik”, kurang lebih memiliki makna, bahwa IMM menjadi bagian Agen Perubahan Kota Surabaya yang memiliki haluan untuk kemajuan dengan kerjasama dengan berbagai pihak dengan berlandaskan kenabian atau relegiusitas.

Ahmad Dzaki Akmal Yuda mengapresiasi hal tersebut, dengan harapan bukan program yang ala kadar akan tetapi harus dengan hard terobosan.

Lebih-lebih misi kelima yaitu: “Bergerak membumikan pemberdayaan dan kepedulian sosial: mendorong kemandirian ekonomi kader serta hadir secara nyata dalam menyelesaikan problem sosial masyarakat melalui aksi kemandirian.”

Kemandirian ekonomi harus diikhtiari dengan sungguh-sungguh dan gotong – royong dalam arti sebenarnya, diantaranya dengan mengurangi telikung – menelikung. Pasca pemilihan, tidak boleh ada geng-geng-an. Bahkan seharusnya tidak boleh ada geng-gengan negatif apapun dalam IMM dimanapun, bahkan di organisasi induk Muhammadiyah.

Baca Juga :  Dugaan Galian C Ilegal Terdeteksi di Kecamatan Kandangan Kediri, LP3-NKRI Mendesak Penindakan Tegas

Selain itu kata Ahmad Dzaki Akmal Yuda, visi misi IMM Kota Surabaya itu bisa nyambung dengan sejumlah hal yang disampaikan Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat memberi sambutan dalam pembukaan Musycab.

Dalam sambutannya, terkait konteks politik, Walikota kelahiran Surabaya 27 Mei 1977 itu mengajak para muda agar tak menjauhi politik, akan tetapi mengubahnya menjadi alat perjuangan sosial. Dengan kata lain agar tidak alergi terhadap politik, namun justru harus turun ke dalam kancah politik, ubahlah politik. Agar politik menjadi alat perjuangan untuk kemaslahatan umum.

Eri Cahyadi juga menyampaikan bahwa Surabaya tidak membutuhkan figur pemimpin tunggal yang heroik, tetapi membutuhkan gerakan kolektif anak muda yang memiliki spirit gotong royong, iman, akhlak, dan kecakapan.

Dalam bagian lain sambutannya, Walikota Surabaya itu memberikan tantangan dan ‘peluang’ untuk IMM se-Surabaya yang merupakan ‘kompilasi’ yang berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia, lebih-lebih dari berbagai daerah se-Jawa Timur.

Dikatakan Eri Cahyadi bahwa perubahan besar dalam sejarah (hampir) selalu lahir dari keberanian dan gerakan anak muda, termasuk generasi muda Islam.

Selain menegaskan peran pemuda dari sejarah Islam, tokoh yang dua periode menjadi Walikota Surabaya berpasangan dengan Wakil Walikota Armuji / Cak Ji (kelahiran 8 Juni 1965 / tanggal lahir yang sama dengan Presiden Ke-2 RI Soeharto: 8 Juni, red.) itu juga merefleksikan peristiwa Rengasdengklok yang menjadi tonggak penting lahirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Tidak akan pernah ada Proklamasi Kemerdekaan (17 Agustus 1945) tanpa peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok diantaranya adalah permintaan generasi muda agar segera Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ditegaskan Eri Cahyadi, perubahan besar dimulai oleh pemuda. Untuk itu Eri Cahyadi juga berharap Musycab ke-36 PC IMM Kota Surabaya bisa melahirkan kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan umat dan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Pada kesempatan itu sekaligus ditegaskan Eri Cahyadi bahwa meskipun para kader IMM (di kampus-kampus se – Surabaya) berasal dari berbagai daerah, ketika telah berpijak di Surabaya, maka Kota Surabaya harus menjadi ruang pengabdian bersama.

Baca Juga :  Gerbong Kelezatan Nusantara di The Capital Hotel Surabaya - Pengalaman Berbuka Penuh Kebersamaan dengan Doorprize Menarik!

Dengan kata lain yang ringkas: Walikota Surabaya Eri Cayadi mengajak IMM Surabaya untuk gotong royong namun Pemkot Surabaya sekaligus telah memiliki modal yang ‘komplit’, sehingga IMM terlibat memaksimalisasi. IMM bergotong royang, yang sekaligus gotong royong merupakan salah satu ciri khas rakyat Indonesia meskipun di banyak tempat ada yang mati suri, lebih-lebih soal gotong – royong untuk menguatkan ekonomi sehingga secara ekonomi telah dikuasai oleh oligarki ‘negatif’ yang menghalakan segala cara yang menumpuk kekayaan untuk dirinya sendiri.

Selain itu para alumni IMM yang telah menjadi tokoh, ataupun dari Organisasi Kemahasiswaan Ekstra Kampus (Ormek) yang lain yang telah menjadi tokoh, seharusnya tetap nyambung dan lebih ‘menggotong-royongi’ adik-adiknya termasuk dengan memberi panduan dan manfaat riil yang bukan hanya teoritis di atas kertas dan bukan ‘omon-omon’ saja.

Tak lupa sekali lagi, Ahmad Dzaki Akmal Yuda dan Erfanda Andi Mada Arectya mengucapkan selamat atas terpilihnya M. Alwi Shihab sebagai Ketum IMM Surabaya.

Juga selamat untuk 12 formatur yang terpilih yaitu Abu Bakar (139 suara), Ahmad Jabir (138 suara), Syarif Hidayat (138 suara), Jullyo F. Bobic (137 suara), M. Ariiq (137 suara), Rafi Mubarok (127 suara), Faradita (124 suara), Syaifullah Akbar (119 suara), M. Tanwirul Huda (115 suara), M. Roichan (109 suara), Arif Amrullah (107 suara), dan Salwa Syahira (96 suara).

“Semoga bisa menghidupkan gotong royong, lebih-lebih soal ekonomi dalam situasi-kondisi global yang kesulitan,” tandas Ahmad Dzaki Akmal Yuda ketum IMM UPN Jatim yang mahasiswa Agrotek semester 5 yang nilai IPK reratanya sekitar 3,84 atau hampir 4, yang ke depan berharap bisa mendapatkan beasiswa S2 – S3 sehubungan pertanian ini. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).

Leave a Reply