Jelang Ramadan 2026, Rutan Gresik Perkuat Kesiapan Pengamanan dan Pembinaan Keagamaan

Gresik, Selasa (17/2/2026) – Top Berita Nusantara Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik menggelar rapat dinas guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan pembinaan dan pelayanan bagi warga binaan berjalan aman, tertib, dan optimal. Rapat yang dilaksanakan di Aula dalam Rutan Kelas IIB Gresik ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Vendra Hermawan, serta diikuti seluruh jajaran petugas Kesatuan Pengamanan Rutan dan regu pengamanan.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi meningkatnya dinamika aktivitas selama Ramadan, baik dalam aspek pembinaan keagamaan maupun layanan kunjungan. Seluruh personel ditekankan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta menjalankan tugas sesuai standar operasional yang berlaku.
Dalam rapat, dibahas sejumlah poin krusial, di antaranya penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing regu pengamanan, penegasan larangan makan bersama saat kunjungan tatap muka pada hari Senin hingga Kamis, serta pengaturan jadwal kunjungan penitipan barang pada sore hari setiap Senin sampai Sabtu. Selain itu, mekanisme pembagian makan sahur ke seluruh kamar hunian warga binaan turut menjadi perhatian, guna memastikan distribusi berjalan tertib dan merata.
Tak kalah penting, pengawasan dan pengamanan selama pelaksanaan salat tarawih juga diperketat untuk menjamin kekhusyukan ibadah tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban lingkungan rutan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Vendra Hermawan, dalam arahannya menegaskan bahwa Ramadan memiliki karakteristik tersendiri dalam pelaksanaan tugas pengamanan.
“Bulan Ramadan memiliki dinamika tersendiri dalam pelaksanaan tugas pengamanan. Oleh karena itu, seluruh regu pengamanan harus memahami dan menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal. Kita pastikan seluruh kegiatan ibadah warga binaan berjalan dengan khusyuk, namun tetap dalam koridor keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarregu serta pengawasan melekat sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, terutama dengan meningkatnya aktivitas ibadah dan kunjungan keluarga selama bulan suci.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menyampaikan bahwa rapat persiapan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang humanis sekaligus profesional.
“Rapat ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam memastikan pelaksanaan pembinaan keagamaan selama Ramadan berjalan optimal tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan ketertiban. Ramadan adalah momentum pembinaan spiritual bagi warga binaan, sehingga seluruh jajaran harus mendukung dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diterapkan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku serta menjunjung prinsip keseimbangan antara keamanan dan pelayanan.
Sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Rutan Gresik berkomitmen menghadirkan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Melalui persiapan yang matang ini, seluruh jajaran diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga pembinaan spiritual warga binaan dapat berlangsung secara maksimal di tengah sistem pengamanan yang tetap terjaga.(Har)
