Ancaman Sajam terhadap Pimpinan Redaksi Cakra Nusantara Online Disorot, Publik Desak Polsek Nguling Segera Tindaklanjuti, Muncul Dugaan Pelaku Dalam Pengaruh Narkoba

Ancaman Sajam terhadap Pimpinan Redaksi Cakra Nusantara Online Disorot, Publik Desak Polsek Nguling Segera Tindaklanjuti, Muncul Dugaan Pelaku Dalam Pengaruh Narkoba
RUBRIK : HUKUM & KRIMINAL
Tanggal Terbit : 16 Februari 2026
Penulis : MDS
Pasuruan || Top Berita Nusantara —
Dugaan intimidasi serius terhadap insan pers di wilayah Nguling, Kabupaten Pasuruan, terus menjadi perhatian publik. Pimpinan Redaksi media online Cakra Nusantara Online, Supriyadi, secara resmi melaporkan dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam yang disebut melibatkan oknum perangkat Desa Sebalong ke Polsek Nguling.
Peristiwa tersebut kini tidak hanya dipandang sebagai persoalan personal, tetapi juga menyangkut rasa aman wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik serta komitmen aparat penegak hukum dalam menjaga kebebasan pers.
Tiga nama dilaporkan dalam peristiwa itu, yakni Adi dan Pujiono yang disebut sebagai perangkat Desa Sebalong, serta Haryanto yang disebut merupakan ayah dari salah satu terlapor. Hingga kini, masyarakat masih menunggu perkembangan penanganan laporan tersebut dari pihak kepolisian.
Menurut keterangan Supriyadi, insiden terjadi secara tiba-tiba saat dirinya didatangi seseorang yang membawa clurit. Ia mengaku situasi saat itu cukup menegangkan dan membuatnya merasa keselamatannya terancam.
Selain itu, muncul pula dugaan bahwa salah satu terlapor berada dalam kondisi tidak stabil atau diduga berada di bawah pengaruh zat terlarang. Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum ada konfirmasi resmi maupun hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
“Secara sikap terlihat emosional dan tidak terkendali. Tapi soal dugaan pengaruh narkoba itu biarlah aparat yang membuktikan melalui pemeriksaan resmi,” ujar Supriyadi.
Ia menegaskan bahwa persoalan bermula dari isu pemberitaan tambang yang dituduhkan berasal dari medianya, meski menurutnya berita tersebut bukan dipublikasikan oleh Cakra Nusantara Online.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat luas. Banyak pihak berharap Polsek Nguling segera menindaklanjuti laporan secara profesional, objektif, dan transparan agar tidak memunculkan spekulasi liar.
Respons cepat aparat dinilai penting, bukan hanya untuk kepastian hukum bagi pelapor dan terlapor, tetapi juga untuk menjaga rasa aman masyarakat serta insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial.
Pengamat sosial menilai, jika benar ada unsur ancaman disertai dugaan pengaruh narkoba, maka penanganannya harus lebih serius karena menyangkut potensi gangguan keamanan sekaligus persoalan penyalahgunaan zat terlarang.
Supriyadi berharap laporan yang telah disampaikan dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Saya hanya ingin ada kepastian hukum dan rasa aman. Kalau memang tidak terbukti, silakan dibuktikan. Tapi kalau ada pelanggaran hukum, tentu harus diproses sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh bukan sekadar kepentingan pribadi, melainkan bagian dari upaya menjaga profesionalitas pers agar wartawan dapat bekerja tanpa tekanan atau intimidasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Nguling belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan, status para terlapor, maupun klarifikasi soal dugaan pengaruh narkoba tersebut.
Publik kini menanti langkah konkret aparat. Penanganan yang cepat, transparan, dan profesional diharapkan mampu menjawab keresahan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.
Redaksi Cakra Nusantara Online menyatakan akan terus memantau perkembangan perkara ini sebagai bagian dari komitmen menjaga kebebasan pers serta supremasi hukum.
