Sanggahan dan Klarifikasi Atas Pemberitaan Dugaan Penangkapan Pekerja Wifi iForte di Sidoarjo

Sanggahan dan Klarifikasi Atas Pemberitaan Dugaan Penangkapan Pekerja Wifi iForte di Sidoarjo
Sidoarjo || Top Berita Nusantara – Pemberitaan terkait dugaan penangkapan pekerja penanaman tiang WiFi iForte oleh aparat Polresta Sidoarjo yang beredar belakangan ini dinilai perlu diluruskan.
Pasalnya, sejumlah narasi yang berkembang di publik diduga tidak sepenuhnya mencerminkan fakta kejadian di lapangan dan berpotensi menggiring opini liar tanpa dasar yang jelas.
Heri, salah satu pihak yang berada langsung di lokasi kejadian, memberikan klarifikasi tegas terkait kronologi sebenarnya.
Ia (heri,red) menegaskan bahwa kedatangannya bersama rekannya, Jayak, murni untuk melakukan konfirmasi sebagai fungsi kontrol sosial, bukan untuk mencari sensasi apalagi menciptakan kegaduhan.
Ia juga menyoroti fenomena saling serang antar pihak yang membawa label media, yang dinilai dapat memperkeruh suasana dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalis.
“Pers seharusnya jadi penjernih informasi, bukan malah memperkeruh keadaan atau terkesan jadi tameng kepentingan tertentu,” katanya heri tajam.
Heri menegaskan dirinya tidak pernah mengikuti proses lanjutan setelah polisi datang ke lokasi, sehingga segala spekulasi mengenai penahanan, negosiasi uang, atau dugaan tangkap-lepas bukan berasal dari dirinya.
Ia berharap publik lebih bijak menyaring informasi dan tidak mudah terpancing narasi provokatif yang belum tentu sesuai fakta.
Menurutnya, jika memang ada dugaan pelanggaran hukum — baik dari pihak pekerja proyek maupun aparat, jalur resmi hukumlah yang harus ditempuh, bukan pengadilan opini di ruang publik. Di akhir klarifikasinya, Heri menegaskan satu hal
“Yang saya lakukan hanya memastikan ada izin atau tidak. Setelah polisi datang, saya pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Jadi jangan diplintir seolah saya bagian dari skenario apa pun.” tutup heri.
