Kreativitas Tanpa Batas di Grand City, SMKN 1 Madiun Jadi Bintang Penutup SMK Hebat Expo 2026

SurabayaTop Berita Nusantara Gelaran SMK Hebat Expo Expose 2026 resmi berakhir dengan kemeriahan dan antusiasme tinggi pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini kembali menegaskan eksistensi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai pusat lahirnya generasi unggul, kreatif, dan siap bersaing di dunia industri.

Hari ketiga sekaligus penutupan acara yang berlangsung di Grand City Convention Hall Lantai III dipadati ratusan hingga ribuan pengunjung dari kalangan pelajar, guru, praktisi industri, hingga masyarakat umum. Beragam inovasi, produk kewirausahaan, karya teknologi, hingga hasil riset terapan dipamerkan oleh SMK terbaik se-Jawa Timur.

Salah satu peserta yang paling menyita perhatian adalah SMKN 1 Madiun. Booth sekolah ini menjadi magnet pengunjung berkat inovasi market edukatif berbasis teknologi dan desain 3D hasil karya siswa jurusan DPIB (Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan).

Duta Maki Jawa Timur  Tahun 2023 sekaligus siswi SMKN 1 Madiun, Alya Cahaya, menegaskan bahwa expo ini menjadi momentum penting untuk mengubah stigma terhadap SMK.

“Pameran ini digelar untuk menunjukkan produk dan inovasi SMK di Jawa Timur. Selama ini mungkin ada anggapan bahwa lulusan SMK banyak yang menganggur. Padahal faktanya, SMK memiliki energi positif dan keunggulan di bidang vokasi yang sangat aplikatif,” ujarnya.

Menurut Alya, partisipasi SMKN 1 Madiun tahun ini merupakan kali kedua, mengingat proses seleksi peserta dilakukan secara ketat dan tidak semua sekolah dapat tampil setiap tahun.

Dalam pameran tersebut, mereka menampilkan karya desain berbasis perangkat lunak seperti AutoCAD untuk gambar 2D, SketchUp untuk pemodelan 3D, serta Enscape untuk visualisasi realistis. Namun yang paling menarik perhatian adalah aplikasi pemrograman buatan siswa yang mampu mengendalikan sistem secara otomatis.

Baca Juga :  WAKIL BUPATI BUOL SEBAGAI IRUP HARDIKNAS

“Aplikasi ini kami buat sendiri. Sistemnya terhubung melalui Bluetooth, sehingga bisa membuka dan menutup gerbang dari jarak jauh, sekaligus mengontrol lampu dengan tombol on-off yang sudah diprogram,” jelas Aulia yang bertugas sebagai narator dan presenter booth.

Inovasi tersebut terbukti memikat perhatian publik. Dalam sehari, booth SMKN 1 Madiun diperkirakan dikunjungi sekitar 300 orang. Bahkan, sekolah ini meraih predikat sebagai booth dengan jumlah pengunjung terbanyak selama expo berlangsung.

“Pengunjung tertarik karena inovasi kami benar-benar aplikatif dan bisa langsung dilihat cara kerjanya,” tambahnya.

Tak hanya menjadi ajang unjuk karya, expo ini juga membuka peluang kolaborasi dengan dunia industri. Sejumlah mitra disebut telah menawarkan kerja sama, mulai dari program sosialisasi hingga permintaan jasa desain dari siswa.

Alya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar potensi SMK semakin terekspos luas dan mendapat pengakuan setara bahkan lebih unggul dalam bidang tertentu dibandingkan jalur pendidikan lainnya.

“Teman-teman SMK jangan minder. Kita punya keahlian spesifik dan kompetensi vokasi yang kuat. Semoga program seperti ini terus berlanjut agar SMK semakin berkembang dan berdaya saing,” tuturnya penuh optimisme.

Dengan ditutupnya SMK Hebat Expo Expose 2026, semangat kolaborasi antara pendidikan vokasi dan industri di Jawa Timur diharapkan semakin solid. Ajang ini menjadi bukti nyata bahwa SMK bukan sekadar tempat belajar, melainkan laboratorium inovasi yang melahirkan generasi siap kerja, siap berkarya, dan siap memimpin masa depan.(Har)

Leave a Reply