Bekerjasama dengan Ordo Prusia, GIAN Dorong 17 Program Pembangunan Berkelanjutan dan Dukung Asta Cita Prabowo-Gibran

Royal House Nusantara News Today, 7 Februari 2026 -Top Berita Nusantara Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) – organisasi resmi yang telah terdaftar dan menjadi anggota ESCAPE UN PBB – berkomitmen untuk mengawal implementasi 17 Program Pembangunan Berkelanjutan secara global, dengan fokus utama di Indonesia. Kerjasama ini dilakukan bersama Ordo Ksatria Kerajaan Prusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diumumkan langsung oleh Ketua Umum GIAN, Raden Guntur Eko Widodo.
Sebagai bagian dari peranannya dalam menjalankan misi kemanusiaan, GIAN aktif berkontribusi tidak hanya di wilayah Indonesia tetapi juga di seluruh dunia sesuai kebutuhan. Kolaborasi strategis ini melibatkan beberapa tokoh berpengaruh, antara lain Head Ambassador Grand Prince K.P.M.S.Ridwan, Ambassador Prussia for USA H.E.Sir Baron Luis Suarez, serta Raden Guntur Eko Widodo selaku pemimpin GIAN.
Di tanah air, inisiatif ini memberikan dukungan independen terhadap Program Asta Cita Pemerintahan Prabowo Gibran, dengan dukungan dari Royal House dan komunitas bangsawan dunia. Asta Cita sebagai landasan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 mencakup delapan pilar utama: penguatan ideologi dan nilai-nilai bangsa, pemantapan pertahanan dan keamanan negara, peningkatan kualitas dan kuantitas lapangan kerja, pembangunan sumber daya manusia yang unggul, hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, pembangunan berbasis desa sebagai unit terkecil pemerintahan, reformasi sistem politik dan hukum yang adil, serta penciptaan harmoni antara pembangunan dengan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan budaya.
Salah satu fokus prioritas dalam rangkaian program ini adalah pemberdayaan perempuan, yang bertujuan untuk mengangkat derajat dan peran perempuan di berbagai aspek kehidupan. Tujuan spesifiknya antara lain meningkatkan kesadaran serta kepercayaan diri perempuan, memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang komprehensif, dan kesempatan ekonomi yang setara, mengurangi kesenjangan gender di semua sektor, mendorong partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan, serta memperkuat perlindungan terhadap hak-hak perempuan. Beberapa contoh program yang akan diwujudkan meliputi pendidikan dan pelatihan keterampilan berbasis kompetensi, program pemberdayaan ekonomi dan pengembangan kewirausahaan, program kesehatan reproduksi dan kesejahteraan perempuan, advokasi serta perlindungan hukum bagi perempuan, serta program pengembangan kepemimpinan dan kapasitas diri. Implementasi program-program ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah, organisasi non-profit, maupun komunitas lokal untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan mewujudkan kesetaraan gender yang nyata.
Release Oleh Royal House Nusantara, R.Guntur Eko Widodo (Founder / Secretary General)
