Isra Mi’raj Jadi Momentum Pembinaan Spiritual, Rutan Gresik Siapkan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat dengan Akhlak Mulia

GRESIK, 21 Januari 2026 –TOP BERITA NUSANTARA Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada hari Rabu (21/01) dengan nuansa yang sangat religius dan penuh makna. Kegiatan yang dihelat di Masjid At-Taubah dalam kompleks Rutan Gresik tidak hanya menjadi ajang memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam, melainkan juga dijadikan sebagai bagian krusial dari program pembinaan untuk membantu warga binaan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Tuhan serta melakukan perbaikan diri secara menyeluruh.

Hadir dalam acara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini adalah Kepala Rutan Gresik Eko Widiatmoko beserta seluruh jajaran pejabat struktural, termasuk Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Kasubbag Keamanan dan Penjagaan, serta Kasubbag Pembinaan dan Kesejahteraan Warga Binaan. Tak ketinggalan, seluruh petugas yang bertugas di lembaga ini serta ribuan warga binaan dari berbagai kelompok pembinaan juga mengikuti dengan penuh kesadaran dan penghormatan. Antusiasme yang tinggi terlihat dari sikap para peserta yang datang lebih awal dan siap mengikuti setiap rangkaian kegiatan, menunjukkan bahwa acara ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual mereka selama menjalani masa pembinaan.

Pada peringatan tahun ini, pihak penyelenggara mengangkat fokus pada penguatan keimanan dan ketakwaan, sekaligus mengingatkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj. Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh salah satu warga binaan yang memiliki keahlian khusus dalam membaca kitab suci. Suaranya yang merdu dan penuh kekhusyukan berhasil membawa suasana di dalam masjid menjadi semakin damai dan penuh kedalaman spiritual. Setiap peserta tampak benar-benar fokus dan menghargai setiap ayat yang dibacakan, mencerminkan semangat kebersamaan dan kesatuan yang tumbuh kuat di antara mereka meskipun berbeda latar belakang dan kondisi.

Setelah sesi pembacaan Al-Qur’an selesai, Kepala Rutan Gresik Eko Widiatmoko memberikan sambutan resmi yang penuh makna. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukanlah sekadar acara tahunan yang harus dilaksanakan secara rutin, melainkan merupakan momentum yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan bagi seluruh komponen di dalam Rutan Gresik, terutama bagi para warga binaan yang tengah dalam proses pembinaan diri. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran strategis yang tidak bisa diabaikan dalam rangka membentuk karakter dan kepribadian yang lebih baik, serta mengembangkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada setiap individu.

Baca Juga :  MAKI Jatim Sambut Positif Penahanan Empat Tersangka Kasus Suap “KUS” dan Dorong KPK Tindak Tegas Tersangka Lain

“Peringatan Isra Mi’raj ini hendaknya menjadi sarana introspeksi diri bagi kita semua, khususnya warga binaan, untuk terus melakukan perbaikan diri dan menyusun kehidupan ke arah yang lebih baik dan bermakna. Jadikanlah momentum ini sebagai motivasi yang kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, memperkuat landasan iman yang telah ada dalam diri masing-masing, serta meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari yang menjadi bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT,” tegas Eko Widiatmoko dengan nada yang penuh semangat. Ia juga menambahkan bahwa pihak Rutan Gresik akan terus konsisten dalam menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap proses rehabilitasi dan reintegrasi warga binaan agar dapat kembali dengan baik ke dalam lingkungan masyarakat.

Setelah sambutan dari kepala lembaga, acara dilanjutkan dengan sesi tausiyah agama yang disampaikan oleh narasumber terpilih, Ustadz Dr. H. Mohammad Qosim, M.Si. Beliau yang dikenal sebagai seorang cendekiawan agama berpengalaman dan telah banyak memberikan pembinaan spiritual kepada berbagai kalangan masyarakat, menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami namun sangat mendalam. Dalam ceramahnya yang panjang namun sangat menarik, Ustadz Mohammad Qosim menguraikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya sekadar perjalanan fisik yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Jerusalem, kemudian melanjutkan perjalanan mi’raj ke alam gaib hingga mencapai sidratul muntaha. Lebih dari itu, Isra Mi’raj juga merupakan perjalanan spiritual yang sarat dengan nilai-nilai keteladanan yang sangat relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari manusia pada masa kini.

Ia menjelaskan secara rinci setiap tahapan dalam perjalanan Isra Mi’raj, mulai dari persiapan hingga berbagai pengalaman yang dialami oleh Rasulullah SAW selama perjalanan tersebut. Selain itu, ia juga menguraikan makna filosofis yang terkandung di balik setiap tahapan perjalanan, yang dapat dijadikan sebagai pelajaran berharga dalam kehidupan. Khususnya, Ustadz Mohammad Qosim menyoroti tiga nilai utama yang menjadi landasan dari peristiwa Isra Mi’raj, yaitu nilai-nilai keimanan yang kuat yang menjadi dasar dari seluruh perjalanan, kesabaran yang luar biasa yang dimiliki oleh Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai cobaan dan rintangan, serta kedisiplinan yang tinggi dalam menjalankan setiap perintah ibadah yang diberikan kepadanya. Selain itu, ia juga mengingatkan kembali bahwa salah satu poin paling penting dari peristiwa Isra Mi’raj adalah turunnya perintah salat yang kemudian menjadi salah satu rukun utama dalam agama Islam dan diakui sebagai tiang agama yang menjaga tegaknya ajaran Islam.

Baca Juga :  Rutan Kelas I Surabaya Gelar Pisah Sambut Pegawai, Dorong Regenerasi Organisasi

“Perintah salat yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj menjadi pengingat yang sangat mendalam bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kualitas dan konsistensi dalam melaksanakan salat sebagai tiang agama kita. Salat bukanlah sekadar rutinitas harian yang harus diselesaikan semata, melainkan merupakan sarana yang paling efektif dan efisien untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan hati dan pikiran dari berbagai jenis kotoran duniawi yang dapat mengganggu kesucian jiwa, serta sebagai fondasi utama dalam memperbaiki perilaku dan kehidupan sehari-hari yang kita jalani,” jelasnya dengan gaya yang meyakinkan. Ustadz Mohammad Qosim juga mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan salat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka, baik selama berada di dalam lingkungan rutan maupun nantinya ketika mereka telah selesai masa pembinaan dan kembali ke dalam masyarakat luas.

Selama pelaksanaan sesi tausiyah, seluruh peserta menunjukkan sikap yang sangat baik dengan memperhatikan setiap kata yang disampaikan oleh narasumber. Beberapa di antara warga binaan bahkan terlihat aktif mencatat poin-poin penting dari ceramah tersebut di buku catatan mereka, menunjukkan keseriusan yang tinggi dalam mengikuti setiap pembelajaran yang diberikan. Setelah sesi tausiyah selesai dengan lancar, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Mohammad Qosim, dengan harapan bahwa segala bentuk amal ibadah dan usaha perbaikan diri yang telah dilakukan oleh seluruh peserta akan diterima dengan baik oleh Allah SWT. Doa tersebut juga menyertakan permohonan agar warga binaan diberikan kekuatan spiritual dan kebijaksanaan untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik serta mampu menghadapi segala tantangan yang akan datang.

Melalui pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj tahun ini, pihak manajemen Rutan Gresik menyampaikan bahwa mereka memiliki harapan yang besar untuk terus menumbuhkan serta mengembangkan nilai-nilai spiritual dan moral yang luhur bagi seluruh warga binaan, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan kepribadian yang komprehensif. Dengan demikian, diharapkan para warga binaan tidak hanya dapat menyelesaikan masa tahanan mereka dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku, tetapi juga mampu kembali ke masyarakat dengan membawa pribadi yang lebih baik, memiliki akhlak yang mulia, serta siap untuk berkontribusi secara positif bagi kemajuan bangsa dan negara.

Baca Juga :  Antisipasi Kerawanan Akhir Tahun, Rutan Kelas IIB Gresik Gelar Apel Siaga Nataru Bersama APH

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan yang dilakukan di Rutan Gresik tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan pengawasan semata, melainkan juga sangat memperhatikan pengembangan aspek spiritual dan pembangunan karakter yang kokoh. Kedua aspek tersebut diakui sebagai pondasi utama dalam upaya menciptakan manusia yang berkualitas, bertanggung jawab, serta mampu hidup berdampingan dengan baik bersama sesama anggota masyarakat.(Har)

Leave a Reply