Kanwil BPN Jawa Timur Gelar Bedah Anggaran DIPA 2026, Fokus pada Efektivitas Kinerja dan Pelayanan

SURABAYA, JAWA TIMUR –TOP BERITA NUSANTARA Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur mengadakan Rapat Koordinasi Bedah Anggaran DIPA Tahun Anggaran 2026 pada hari Selasa (20/01/2026) di Ruang Rapat Utama Kanwil BPN Jatim. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha Yetty Nurbuati Krystianti bertujuan memastikan perencanaan anggaran berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan pertanahan di seluruh Provinsi Jawa Timur.

Rapat diikuti oleh perwakilan dari seluruh bidang kerja di Kanwil BPN Jatim, sebagai bentuk upaya menyelaraskan setiap rencana anggaran dengan target kinerja organisasi serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Proses bedah DIPA tidak hanya dijadikan sebagai agenda administratif rutin, melainkan sebagai tahapan evaluatif mendalam yang dirancang untuk memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran sejak tahap perencanaan awal.

Dalam sambutan pembukaannya, Yetty Nurbuati Krystianti menegaskan bahwa kegiatan bedah DIPA memiliki nilai strategis yang sangat tinggi karena berfungsi sebagai instrumen pengendalian mutu dalam pengelolaan anggaran. Proses ini mencakup seluruh siklus manajemen anggaran, mulai dari tahap penyusunan rencana, pelaksanaan program dan kegiatan, hingga pengukuran serta evaluasi hasil kinerja secara menyeluruh.

“Timeline kegiatan yang kita susun pada kesempatan ini bukan hanya sekadar jadwal pelaksanaan, melainkan bagian integral dari akuntabilitas perencanaan kita. Dokumen ini akan menjadi dasar utama untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran di masa mendatang, sekaligus menjadi rujukan yang jelas bagi aparat pengawasan internal maupun pemeriksa eksternal,” tegas Yetty.

Sementara itu, Kepala Subbagian Keuangan dan Barang Milik Negara Syarivah Eviana menjelaskan bahwa bedah anggaran DIPA Tahun 2026 menjadi fondasi krusial dalam pelaksanaan seluruh kegiatan kerja selama satu tahun ke depan. Menurutnya, penelaahan yang dilakukan secara detail dan kritis terhadap setiap item anggaran akan membantu meminimalkan berbagai kendala administratif yang mungkin muncul pada tahap pelaksanaan.

Baca Juga :  Evaluasi Komisi XIII DPR RI terhadap Pemasyarakatan Jatim, Kesiapan Transformasi Sistem Dinyatakan Siap

“Melalui rapat koordinasi ini, kita memastikan bahwa setiap aspek perencanaan telah melalui kajian yang matang dan komprehensif. Dengan demikian, ketika memasuki periode pelaksanaan Tahun Anggaran 2026, kita tidak akan menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan kelengkapan administrasi, dan target kinerja yang telah ditetapkan hingga akhir tahun dapat tercapai dengan optimal,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Subbagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan Arief Wibowo menekankan bahwa proses bedah DIPA menjadi momentum penting untuk menyelaraskan seluruh rencana kerja dengan target strategis nasional dalam bidang pertanahan serta kebutuhan aktual pelayanan masyarakat di wilayah Jawa Timur.

“Kita berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang direncanakan serta dialokasikan anggarannya tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan secara finansial, tetapi juga benar-benar mampu menjawab kebutuhan pelayanan pertanahan yang dirasakan oleh masyarakat. Ini menjadi bagian penting dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pertanahan,” ungkap Arief.

Melalui kegiatan Bedah Anggaran DIPA Tahun 2026 ini, Kanwil BPN Jawa Timur berharap dapat membangun kesepahaman yang kuat dan komitmen yang solid di antara seluruh bidang kerja. Beberapa target utama yang ingin dicapai melalui kegiatan ini antara lain tercapainya hasil penelaahan anggaran secara mendalam dan menyeluruh, tersusunnya berita acara bedah DIPA yang jelas dan komprehensif, serta dibuatnya komitmen tertulis dari setiap bidang untuk melaksanakan seluruh kegiatan dalam Tahun Anggaran 2026 secara tepat waktu, akuntabel, dan dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Jawa Timur.(Har)

Leave a Reply