Rutan Gresik dan Lapas Surabaya Gelar Latihan Menembak – Jamin Kesiapsiagaan Pengamanan Sesuai SOP

GRESIK, 9 Januari 2026 – Top Berita Nusantara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya telah sukses melaksanakan kegiatan latihan menembak bersama yang bertujuan untuk memastikan keamanan, kelayakan, serta kesiapsiagaan sarana pengamanan senjata api sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat berlangsung di Lapangan Tembak Lapas Kelas I Surabaya, menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas pengamanan lembaga pemasyarakatan.
Pelaksanaan latihan ini melibatkan seluruh jajaran petugas Pemasyarakatan dari kedua Unit Pelaksana Teknis (UPT), yang dirancang untuk meningkatkan profesionalisme petugas khususnya dalam hal penguasaan dan penggunaan senjata api secara aman, terkontrol, serta bertanggung jawab tinggi. Selain memperkuat kompetensi teknis terkait pengamanan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antar petugas dari kedua lembaga serta memperkuat sinergi dan kerja sama yang solid di antara personel Pemasyarakatan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Sebelum memasuki tahap praktik langsung, kegiatan dibuka dengan sambutan dan arahan penting dari Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya persiapan mental yang matang dan kedisiplinan yang tinggi sebagai dasar utama dalam mengikuti latihan dengan baik. “Siapkan mental, tidak usah ragu dan takut. Lakukan teknik menembak sesuai arahan dari instruktur agar pelaksanaan latihan berjalan aman dan optimal,” ujar Sohibur dengan penuh semangat, memberikan dorongan serta panduan jelas kepada seluruh peserta yang telah berkumpul.
Rangkaian praktik menembak kemudian dilaksanakan dengan menggunakan senjata api jenis Pindad P3A, di mana seluruh proses aktivitas diawasi langsung oleh tim instruktur berpengalaman yang memiliki keahlian khusus dalam bidang senjata api. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap langkah yang diambil oleh peserta sesuai dengan standar keamanan dan teknik yang benar. Tahap praktik ini dipimpin secara langsung oleh Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, bersama dengan jajaran pejabat struktural dari kedua lembaga, yang turut berpartisipasi aktif sebagai bentuk teladan nyata serta bukti komitmen yang kuat dari pihak pimpinan dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi seluruh petugas.
Dalam keterangannya setelah kegiatan, Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menyampaikan bahwa latihan menembak ini bukanlah kegiatan yang sekadar rutin, melainkan merupakan komponen krusial dalam program pembinaan dan pengembangan kompetensi bagi petugas Pemasyarakatan, terutama dalam mendukung tugas inti pengamanan lingkungan pemasyarakatan. “Latihan menembak ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis petugas dalam menggunakan senjata api, tetapi juga untuk memastikan seluruh personel memahami secara mendalam aspek keamanan, prosedur yang berlaku, dan tanggung jawab besar dalam penggunaannya sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan secara resmi,” tegas Eko dengan kejelasan yang tinggi.
Lebih lanjut, Eko Widiatmoko juga menegaskan bahwa sinergi dan kerja sama yang erat antar berbagai UPT di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan secara menyeluruh. “Melalui kegiatan bersama seperti ini, kami berharap terjalin soliditas dan kekompakan yang kuat antarpersonel, sehingga pelaksanaan tugas Pemasyarakatan ke depan dapat berjalan lebih optimal, profesional, dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi keamanan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan latihan menembak bersama antara Rutan Gresik dan Lapas Surabaya berlangsung dengan sangat tertib, aman, dan penuh dengan semangat juang dari seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata dari komitmen yang kuat dari dunia Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai aset utama, sehingga dapat mendukung terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, serta berperan efektif sebagai tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik.(Har)
