Rutan Kelas IIB Gresik Benahi Tata Kelola Internal demi Penguatan Keamanan dan Kinerja Layanan

GRESIK – TOP BERITA NUSANTARA Guna mewujudkan pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang semakin profesional dan berorientasi pada keamanan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, melaksanakan rapat internal penataan organisasi. Kegiatan ini digelar pada Senin (29/12) sebagai bagian dari langkah strategis pimpinan dalam memperkuat tata kelola internal serta meningkatkan efektivitas kinerja seluruh jajaran.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, dan dihadiri oleh pejabat struktural serta pegawai yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Subseksi Pengelolaan Ryan Wilda Rachman Faraby, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Anggi Fauzi, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Vendra Hermawan, beserta staf kepegawaian, staf KPR, dan bendahara. Seluruh peserta rapat tampak mengikuti jalannya diskusi dengan serius dan penuh tanggung jawab.
Dalam rapat internal tersebut, dibahas berbagai agenda penting yang berkaitan dengan penataan organisasi, di antaranya penyesuaian kembali struktur pegawai agar lebih proporsional dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Penataan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia, sehingga setiap pegawai dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Selain itu, rapat juga menyoroti perombakan dan penguatan Regu Pengamanan (Rupam) sebagai elemen vital dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan. Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap pembagian tugas dan penempatan personel, guna memastikan sistem pengamanan berjalan lebih efektif, seimbang, dan responsif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Agenda strategis lainnya yang turut dibahas adalah pembaruan jadwal KPR serta penambahan jadwal bantuan jaga. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan pengawasan serta kesiapsiagaan petugas dalam melaksanakan tugas pengamanan. Dengan jadwal jaga yang lebih terstruktur dan terencana, diharapkan pelayanan tetap berjalan optimal tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan ketertiban.
Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, dalam arahannya menegaskan bahwa penataan internal organisasi dan penguatan pengamanan merupakan bentuk nyata komitmen pimpinan dalam menciptakan lingkungan kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas. Ia menekankan bahwa setiap perubahan yang dilakukan harus dipahami sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi secara menyeluruh.
“Penataan struktur pegawai, penguatan Regu Pengamanan, serta pembaruan jadwal jaga bukan sekadar perubahan administratif. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pemasyarakatan,” tegas Eko Widiatmoko.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang efektif antarpegawai. Menurutnya, sinergi yang baik menjadi kunci utama keberhasilan dalam mengimplementasikan setiap kebijakan agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dengan dilaksanakannya rapat internal ini, diharapkan seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Gresik semakin solid, adaptif, dan responsif dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. Penataan organisasi yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan, sekaligus menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan profesional sesuai dengan tujuan pemasyarakatan.(Har)
