Ahmad Dzaki Akmal Yuda IMM UPN Jatim Respek Eri Cahyadi Buat Satgas Anti Preman, Pro Mahasiswa Lebih Nyaman

SURABAYATBN | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, gercep telah membentuk Satgas Anti Preman dalam kerangka mengamankan kondusifitas keamanan dan ketertiban kota yang dikenal sebagai Kota Kosmopolitan dan Kota Metropolitan terbesar kedua di Indonesia, setelah Jakarta itu.

Dikutip laman pdip jatim salah satu puncak pemicu segera pembentukan Satgas Anti Preman merupakan bentuk perhatian serius Walikota Surabaya Eri Cahyadi yang kader PDI Perjuangan itu terhadap kasus pembongkaran rumah dan pengusiran secara paksa terhadap seorang nenek berusia 80 tahun, Elina Widjajanti, yang diduga dilakukan oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas). Kasus tersebut viral menasional.

Eri Cahyadi yang kelahiran Surabaya (27 Mei 1977, red.) dan Dewan Kehormatan Pemuda Muhammadiyah Surabaya itu menegaskan bahwa Satgas Anti Preman akan melibatkan unsur TNI, Polri, serta perwakilan seluruh suku yang ada di Kota Surabaya. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan warga sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat.

“Di Surabaya ini kita bentuk Satgas Anti Preman. Yang di sana itu ada TNI, ada Polri, dan ada seluruh suku yang ada di Kota Surabaya,” tandas Eri Cahyadi Sabtu (27/12/2025) yang menjadi Walikota Surabaya berpasangan dengan Armuji (Cak Ji) yang juga kelahiran Surabaya (8 Juni 1965, red.) sebagai Wakil Walikota.

Surabaya sebagai kota metropolitan kedua terbesar di Indonesia setelah Jakarta, diantaranya adalah karena pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di Jawa Timur, serta bagian dari wilayah metropolitan yang lebih besar bernama Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Surabaya menjadi metropolitan juga karena infrastruktur modern, pusat ekonomi, dan populasi yang padat, menjadikannya salah satu kota paling penting di Indonesia Timur.

Baca Juga :  Jadi Nahkoda Cabor Paralayang Kabupaten Mojokerto, Abah Rois Siap Kembangkan Potensi Yang Ada

Sedangkan Surabaya sebagai kota kosmopolitan diantaranya karena sejarahnya sebagai pusat perdagangan internasional, keragaman budaya dan etnis, serta perannya sebagai metropolitan modern yang menjadi simpul ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan penting di Indonesia, dengan infrastruktur yang mendukung aktivitas global dan beragam komunitas, seperti yang terlihat dari sejarahnya sejak zaman Belanda hingga perkembangan kota hijau saat ini.

Untuk itu turut mengapresiasi langkah Walikota Eri Cahyadi tersebut, disampaikan Ahmad Dzaki Akmal Yuda / Akmal, ketua Umum (Ketum) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) salah satu kampus terbaik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Veteran Jatim / UPNVJ) Surabaya. Sebagai mahasiswa Akmal memuji Walikota Eri Cahyadi yang gercep.

Dikatakan Ahmad Dzaki Akmal Yuda, diantaranya dengan melihat Surabaya sebagai kota metropolitan yang juga kota kosmopolitan, dengan peran vitalnya dalam berbagai hal, termasuk standar pluralitas dan pendidikan, menjadikan lebih penting adanya Satgas Anti Preman yang dibentuk Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

Dengan Surabaya sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia, banyak mahasiswa yang berasal dari seluruh daerah se-Jawa Timur, hingga berbagai daerah seluruh Indonesia, bahkan mahasiwa internasional yang hal tersebut juga memerlukan lingkungan yang aman, tertib dan nyaman.

“Mahasiswa dari seluruh daerah di Jawa Timur, hingga dari berbagai daerah se-Indonesia, bahkan mahasiswa internasional, tentu memerlukan adanya keamanan, ketertiban dan kenyamanan Kota Surabaya,” ungkap Ahmad Dzaki Akmal Yuda Ketua Umum IMM UPN Veteran Jatim yang kelahiran 4 Juni 2004 yang pernah menjadi bagian klub sepakbola Persebaya Liga 1 Elite Pro Academy (EPA) Juara 3 nasional bersama Marselino Ferdinan.

Dikatakannya, program-program bagus Pemkot Surabaya juga perlu situasi kondisi kamtibmas yang memadai, termasuk program Walikota Eri Cahyadi yang mengundang iri cemburu mahasiswa luar Surabaya dengan adanya anggaran sekitar hampir dua ratus milyar (Rp.129,8 Miliar) untuk beasiswa puluhan ribu (24.000) mahasiswanya. Beasiswa yang bisa memberikan kesempatan untuk kuliah bagi yang kekurangan dana. Jika kamtibmas tidak memadai, citra bisa buruk.

Baca Juga :  Kinerja Blug, Wakil Ketua DPRD Pertanyakan Kinerja OPD

“Bahkan banyak mahasiswa luar Surabaya yang berharap turut bisa mendapatkan manfaat dari kepedulian Walikota Eri Cahyadi terhadap masyarakat dan mahasiswanya,” ungkap Ahmad Dzaki Akmal Yuda Ketum IMM UPN Veteran Jatim yang mahasiswa Agrotek semester 5 yang pada akhir tahun 2024 lalu, sempat meraih Juara IV Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dalam Agriculture Competition (AGTION). Dengan Juara 1 Universitas Brawijaya / UB (Unibraw) Malang; Juara 2 Universitas Trunojoyo Madura; Juara 3 Universitas Sumatera Utara (USU). Kemudian peringkat ke-4 UPN Veteran Jatim dengan tim terdiri dari Ahmad Dzaki Akmal Yuda bersama Christian Marcelino Hutagalung dan Akalili Syarafina Ghadati dengan pembimbing Fadila Suryandika STP, MSc. Dengan karya tulis berjudul “Pendekatan Holistik terhadap Pertanian Berkelanjutan: Pengaruh Sinergis Ketahanan Pangan, Kelestarian Lingkungan, dan Keseimbangan Ekonomi”.

Bagaimana caranya agar mahasiswa dari luar Surabaya juga bisa turut mendapatkan kepedulian dari Walikota Eri Cahyadi?

Diantaranya, dikatakannya, misal dengan mengadakan Dapur Umum untuk masyarakat luas di sekitar kampus-kampus sehingga bisa juga untuk mahasiswa. Modal berputar, bahkan bisa melibatkan mahasiswa secara bergantian untuk pengelolaannya sekaligus untuk pembelajaran ilmu wirausaha bisnis. Dimana saat ini banyak mahasiswa yang membutuhkan pengalaman bisnis tapi kekurangan sarana prasarana dan akses riil yang ditopang pemerintahan, BUMN / BUMD, swasta, CSR-CSR, maupun Perguruan Tinggi itu sendiri.

Dikatakannya, apalagi, Kota Surabaya bisa dibilang sebagai kota paling penting di Indonesia apalagi dihubungkan dari sejak perjuangan sebelum Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Yang terutama diantaranya dengan adanya tokoh terbesarnya HOS Cokroaminoto (Tjokroaminoto) yang kelahiran 16 Agustus 1882 dan wafat tanggal 17 Desember 1934 jauh sebelum Kemerdekaan RI. Diantara keturunan Cokroaminoto adalah Profesor Sigit mantan Rektor ITS yang punya anak artis Maia Estianty (kelahiran 27 Januari 1976, red.) yang saat ini menjadi istri pengusaha Irwan Mussry. Cokroaminoto adalah Bapak Bangsa, Guru Bangsa, termasuk untuk Sukarno (Bung Karno) Sang Proklamator.

Baca Juga :  Kisruh UBS-PPNI Mojokerto, Hartadi: Pengurus Lama Masih Punya Hak

Cokroaminoto adalah sosok sentral yang membangkitkan kesadaran politik rakyat dan menjadi mentor ideologis bagi para pendiri bangsa, dijuluki “Raja Tanpa Mahkota” oleh Belanda karena pengaruhnya yang kuat. Sayangnya wafat jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan sehingga namanya sangat kurang terekspos saat ini.

Hal lain yang menjadikan Kota Surabaya luar biasa penting, ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) lahirnya di Surabaya 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H). Dengan berbagai kebesarannya, ke depan kamtibmas Surabaya dan kemanfaatan Surabaya sewajarnya lebih besar.

“Bentuk lain kemanfaatan, Pemkot Surabaya ataupun kota-kota besar lain, perlu membangun mess yang bisa disewa dengan murah oleh mahasiswa dari manapun, sekaligus mess diawasi dengan standar kamtibmas yang memadai. Sistem pengelolaannya juga bisa melibatkan mahasiswa secara bergiliran namun tetap ada sentral manejemen yang mengelolanya,” tandas Ahmad Dzaki Akmal Yuda ketum IMM UPN Jatim yang mahasiswa Agrotek semester 5 yang nilai IPK reratanya sekitar 3,94 atau hampir 4, yang ke depan berharap bisa mendapatkan beasiswa S2 – S3 sehubungan pertanian ini. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).

Leave a Reply